alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Empat Parpol di Mataram Belum Ajukan Dana Banpol

MATARAM-Bakesbangpol Kota Mataram tahun ini menyediakan anggaran Rp 1 miliar lebih untuk bantuan kepada partai politik (Banpol). Tapi hingga saat ini, ada empat partai politik (parpol) yang belum mengajukan dana tersebut. Yakni, Partai Gerindra, PPP, PKPI, dan NasDem.

Kepala Bakesbangpol Kota Mataram H Rudi Suryawan mengatakan, besar bantuan yang diterima tiap parpol bervariasi. Disesuaikan dengan perolehan suara yang dimiliki parpol pada Pemilu 2019 lalu.

“Kursi di legislatif memengaruhi jumlah dana Banpol yang akan diterima parpol,” tuturnya.

Penggunaan dana tersebut 60 persen untuk kegiatan pendidikan politik dan 40 persen digunakan untuk biaya operasional atau sekretariat. Bahkan Banpol bisa digunakan untuk menggaji karyawan di sekretariat partai. “Atau bisa juga sewa gedung,” ungkapnya.

Berdasarkan data Bakesbangpol Kota Mataram, dari anggaran Rp 1 miliar lebih. Dana Banpol 2020 paling banyak akan diterima Golkar. Sebesar Rp 165 juta lebih dengan perolehan 36.401 suara atau 9 kursi di DPRD Kota Mataram. Kemudian disusul Gerindra Rp 147 juta lebih dengan perolehan 32.420 suara atau 6 kursi.

PDIP menerima Rp 107 juta lebih dengan perolehan 23.724 suara atau 5 kursi. Kemudian untuk PKS akan menerima dana bantuan sebesar Rp 103 juta lebih dengan perolehan 22.782 suara atau 5 kursi di DPRD Kota Mataram. Sisanya partai lain mendapat puluhan juta sesuai dengan jumlah kursi.

Rudi aktif melakukan sosialisasi kepada parpol terkait tata cara pencairan Banpol . Pertemuan dengan para petinggi dan pengurus partai juga sudah dilakukan. “Empat parpol yang belum disalurkan dana Banpol karena masalah internal,” tuturnya.

Selain itu, parpol juga sibuk persiapan Pilkada. Sehingga tidak sempat melengkapi syarat pencairan. “Kalau tidak diambil, partai yang rugi,” ungkapnya

Kemarin, ia sudah bersurat agar parpol yang belum menerima dana Banpol melengkapi persyaratan pencairan. “Kami sudah rapat di Bakesbangpol provinsi, hanya Mataram saja yang belum,” ungkapnya.

Ketua DPC Gerindra Gde Sudiarta mengatakan, usulan Banpol untuk partai Gerindra sudah diajukan ke Bakesbangpol Kota Mataram. Namun sampai saat ini belum disalurkan. “Sudah kita ajukan, tapi belum dicairkan,” ujarnya.

Biasanya lanjut dia, bantuan ini digunakan untuk pendidikan politik bagi kader dan sewa tanah. “Akhir-akhir biasanya kita dapat,” ungkapnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks