alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Daftar Paling Belakang Lale Sileng Yakin Menang

MATARAM-Usaha keras  Hj Lale Prayatni atau Lale Sileng berbuah manis. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya menyerahkan B.1-KWK untuknya.

Penyerahan oleh DPP PKB di salah satu hotel berbintang di Kota Mataram. “Kami sangat bersyukur,” ungkap Lale, Sabtu (5/9).

Dengan demikian, lengkap sudah persyaratan dukungan kursi. Setelah sebelumnya Lale mendapat B.1-KWK dari PBB. PBB 4 kursi dan PKB 6 kursi. Telah mencukupi syarat minimal 10 kursi di Loteng.

Lale Sileng seperti diketahui berpasangan dengan H Sumum, kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah (Loteng). “Memang semua penuh kejutan tapi saya kira inilah politik,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Loteng HL Pelita Putra menuturkan B.1-KWK PKB terbit setelah melalui proses dinamika politik yang alot. PKB bahkan menjadi partai terakhir menentukan sikap politik, setelah proses pendaftaran Calon Kepala Daerah (Cakada) berjalan dua hari.

Pelita mengatakan, keputusan PKB mengusung Lale-Sumum melalui kajian komprehensif. “Kajian mendalam dan mempertimbangkan peluang menang yang besar,” ulasnya.

Terkait dinamika politik yang sempat mengiringi penerbitan B.1-KWK PKB, hal itu dinilai biasa. Termasuk gagalnya PKB membangun koalisi dengan PKS. “Saya kira itu sesuatu yang wajar dalam politik, namanya juga membangun komunikasi,” ulasnya.

Saat ini mesin partai tengah dikonsolidasikan untuk fokus memenangkan pasangan Lale-Sumum atau paket PAS. “Mesin partai siap memenangkan paket ini menjadi Bupati dan Wakil Bupati di Loteng,” pungkasnya.

Dengan berhasilnya Lale-Sumum kantongi tiket Pilbup, maka di Loteng terdapat lima pasangan. Antara lain : Lale-Sumum, HL Pathul Bahri-H Nursiah, H Masrun-Habib Ziadi Thohir, H Ahmad Ziadi-HL Aswatara, dan satu pasangan Independen HL Saswadi-H Dahrun.

Ketua DPW PKB NTB HL Hadrian Irfani menuturkan SK dan B.1-KWK PKB diterbitkan pada pukul 23.00 wib Jumat (4/9). “Sekalipun kita paling belakang, tapi insya Allah kita akan menang,” katanya.

Ari, sapaan akrabnya, menebar ancaman jika ada simpatisan, kader, pengurus, dan anggota dewan PKB yang mendukung Pasangan Calon (Paslon) lain maka akan dipecat. “Kalau ada yang berani selingkuh dari PAS, laporkan ke kami. Kami pastikan akan di PAW (kalau anggota dewan),” tegasnya.

Abdul Fatah, perwakilan DPP PKB mengatakan arah dukungan PKB sudah bulat. “Ini merupakan hasil istikharah para Kiyai, ulama, tuan guru,” katanya.

Dia pun meminta kader dan simpatisan PKB, tidak terpengaruh terhadap berbagai isu politik di luar. Termasuk adanya kabar money politik di balik sikap politik PKB. “Kalau ada fitnah seperti itu hadapi dengan istigfar,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks