alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Bawaslu Larang Stiker Kampanye di Angkot, Ini Kata Makmur Said

MATARAM-Calon Wali Kota Mataram HL Makmur Said mengklarifikasi stikernya yang terpasang di Angkutan Perkotaan (Angkot). “Itu stiker terpasang sebelum penetapan (Paket Muda sebagai Paslon),” katanya, kemarin (6/10).

Saat stiker dipasang belum masuk tahapan Pemilihan Wali Kota (Pilwali). Stiker itu dipasang para pemilik angkot sebagai dukungan untuknya. “Belum penetapan paket Muda tampil,” terangnya.

Pada prinsipnya dirinya siap mematuhi aturan yang ada. “Kami tentu akan taati semua aturan,” ujar Mantan Sekda Mataram itu.

Permintaan penyelenggara untuk melepas stiker akan dipatuhi. Hal ini sebagai bentuk kesadaran paslon HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda atau paket Muda mendukung pilkada sehat dan penuh estetika.

Namun Makmur khawatir, ada sopir angkot enggan melepas stiker. “Ya mungkin karena sopirnya nyaman,” celetuknya.

Selain bentuk dukungan untuk paslon nomor 2, stiker berfungsi sebagai pelindung panas untuk penumpang. Khususnya yang duduk di bagian belakang. “Semoga tidak ada yang menolak,” ujarnya.

Makmur sendiri mendukung penuh langkah tim terpadu mencabut stiker itu. “Saya kira sebagai warga negara yang baik kita harus taati aturan yang ada,” punkasnya.

Sebelumnya Bawaslu Kota Mataram mengimbau paslon tidak memasang stiker di Angkot. Hal ini karena Angkot termasuk fasilitas umum. “Kalau kendaraan pribadi ya silakan saja,” kata Ketua Bawaslu Kota Mataram Hasan Basri.

Larangan ini juga bagian dari upaya menjaga estetika perkotaan. “Tidak boleh juga pasang Alat Peraga Kampanye (APK) di tiang listrik, lampu jalan, tiang rambu lalu lintas, dan kawasan khusus,” pungkasnya. (zad/r2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks