alexametrics
Sabtu, 5 Desember 2020
Sabtu, 5 Desember 2020

Kampanye Sehat SALAM, Flashmob Barongsai dan Bagi Masker

MATARAM-Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Mataram nomor urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) menunjukkan eksistensinya dengan inovasi kampanye kreatif mendukung Pilkada Sehat dan Damai di Kota Mataram.

Atraksi mobile flashmob yang digelar tim relawan SALAM di sejumlah lokasi sejak pekan lalu, terus mengkampanyekan protokol kesehatan sekaligus berbagi masker gratis untuk masyarakat.

Tampil dengan varian kemasan mewakili entitas multietnik untuk keberagaman warga Kota Mataram, kali ini SALAM menggelar The Barongsai Flashmob yang secara khusus dihajatkan sebagai bentuk apresiasi untuk warga Tionghoa menuju Mataram Zona Hijau.

Enam flashmober dan satu regu Barongsai, dilepas dari perempatan Karang Jangkong menuju perempatan Cakranegara. Melintas sepanjang jalan Pejanggik, kawasan pusat pertokoan dan bisnis Cakranegara, kemarin pagi (6/10).

Atraksi simpatik The Barongsai SALAM memukau warga dan pengguna jalan sekaligus menjadi hiburan bagi warga Kota Mataram.

“Sangat menghibur. Anak-anak bisa menonton Barongsai untuk mengurangi kejenuhan karena Covid-19,” kata Haryati, salah seorang warga Kota Mataram yang ditemui saat melihat atraksi The Barongsai Flashmob tersebut.

Dia juga bersukacita lantaran mendapatkan pembagian masker kain gratis. “Kualitas maskernya bagus sekali ini,” imbuh Haryati.

Dalam atraksi flashmob itu, tim relawan SALAM menyosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19. Anjuran jaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan. Disuarakan dengan gaya yang ceria, diselilingi pembagian masker di sepanjang jalan yang dilalui.

Sementara itu, satu tim lain The Barongsai SALAM juga dilepas dari perempatan Bunut Baoq di Cakranegara menuju perempatan Hotel Aston Inn Jalan Panca Usaha . Hal ini juga menjadi tontonan menarik agar melalui Pilkada, warga Kota Mataram terhibur dan gembira meskipun di tengah Pandemi.

Calon Wakil Wali Kota Mataram TGH Abdul Manan mengatakan, atraksi flashmob yang dilakukan tim relawan SALAM ini merupakan bagian upaya SALAM mendorong Pilkada Sehat dan Damai sesuai anjuran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Selain itu, SALAM menginginkan agar konstestasi Pilkada kota dibuat enjoy dan menyenangkan semua orang agar tingkat partisipasi pemilih meningkat.

Menurutnya, simbol The Barongsai harus dimaknai sebagai tekad dan spirit SALAM yang ingin memperkuat persatuan dalam keberagaman warga Kota. Sebagai ibukota Provinsi NTB, kota Mataram ibarat taman sari ke-bhinnekaan dengan penduduk yang heterogen, multikultur, dan berbagai keyakinan beragama. Semuanya hidup damai berdampingan dan saling tenggang rasa dan toleransi.

“Kali ini temanya Barongsai, karena SALAM ingin menyapa saudara-saudara kita dari Tionghoa untuk menambah pesona keindahan multikulturisme Kota Mataram,” ujarnya.

Kawasan Cakranegara adalah pusat perniagaan, jantung perekonomian di Kota Mataram. Pertumbuhan ekonomi yang didukung dengan kondusivitas di kawasan ini tentu bagian ikhtiar dari masyarakat heterogen yang ada, baik masyarakat asli Mataram, maupun warga Tionghoa di sana.

TGH Manan menambahkan, selain Barongsai, mobile flashmob yang digelar tim relawan SALAM juga sudah mengangkat tema budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo (SASAMBO). Ke depan budaya masyarakat diaspora yang ada di Mataram juga akan menjadi tema. Misalnya saja, seni Kuda Lumping atau Reok Ponorogo untuk menyapa diaspora Jawa di Mataram.

“Tentu saja pesannya adalah Pilkada ini pesta rakyat yang harus ceria. Meski saat ini kita harus adaptasi di masa pendemi dan menerapkan protokol kesehatan, namun esensi keceriaan harus tetap terjaga agar daya imunitas tubuh juga terjaga baik,” papar pria yang juga Ketua MUI kota Mataram ini.

Melalui sejumlah kampanye kreatif di Kota Mataram, pasangan SALAM juga ingin membangun kesadaran bersama masyarakat agar bisa bersatu dan bersinergi dalam menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Mataram.

Selanjutnya Manan mengatakan, membangun kesadaran bersama tak cukup hanya dengan sosialisasi satu arah semata. Harus semua pihak turut berpartisipasi terutama masyarakat Kota Mataram sendiri.

“SALAM ingin menggugah kesadaran bersama. Mari semua masyarakat Kota Mataram taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa pendemi ini,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu tim relawan Flashmob Selly-Manan, Wawan mengatakan, kampanye dengan cara atraksi mobile flashmob sangat efektif. Terlebih di tengah pandemi yang mengharuskan untuk lebih kreatif.

“Ini sudah satu pekan kami lakukan, untuk memabantu program pemerintah mewujudkan Mataram hijau yang sekaligus sebagai program dari Selly-Manan,” kata Wawan.

Satu kelompok atraksi mobile flashmob dilakukan oleh sepuluh orang agar tidak ramai sehingga dapat menjaga jarak dan mencegah penyebaran Covid-19.

“Buat kami, keselamatan warga masyarakat menjadi hal paling penting,” katanya.

Alimin, Koordinator The Barongsai Flashmob SALAM menambahkan, Pemilu terkadang menguras emosi juga pikiran. Flashmob yang dikombinasikan dengan seni Barongsai menjadi cara tim kreatif pendukung SALAM membuat suasana politik menjadi cair dan menghibur.

“Bersaing secara sehat dengan menunjukan program unggulan bagus dipentaskan, apalagi membuat masyarakat terhibur dengan pagelaran seni ataupun Happening Art yang dilakukan SALAM dalam kontestasi Pilwalkot,” urai Alimin

Ia menuturkan Hadirnya pentas flashmob dan Barongsai diharapkan dapat membuat suasana panas mejadi sejuk dan cair. Cara kreatif yang ditempuh untuk mengenalkan salah satu pasangan calon wali kota dan wakilnya. (zad/kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pengamat : Nadi Bisa Kalahkan Joda

Paslon H Najmul Akhyar- H Suardi (Nadi) dinilai memiliki kans lebih besar untuk memenangkan pilkada Lombok Utara dibandingkan pesaingnya Djohan-Danny (Joda),           ”Nadi punya kekuatan yang tidak dimiliki Joda,” ujar Pengamat Politik NTB Dr. Kadri kepada Lombok Post, kemarin (4/12).

Koalisi Rapatkan Barisan, Survei PRESISI Sebut JODA Ungguli NADI

Partai politik (parpol) koalisi paslon Djohan Sjamsu dan Danny Carter Febriyanto Ridawan (Jadi) akan merapatkan barisan menuju pemenangan Joda, pada pilkada Lombok Utara, 9 Desember, mendatang.

Parpol Pengusung Tidak Kendorkan Mesin, Kawal Pemenangan NADI di KLU

Pada hari-hari terakhir kampanye, partai politik pengusung paslon Najmul Akhyar dan Suardi (Nadi) terus memacu mesin partai. Seluruh perangkat partai digerakkan untuk memastikan kemenangan pasangan Nadi. Paslon Nadi didukung sejumlah parpol. Seperti Partai Nasdem, PBB, Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, Hanura dan Gelora.

Kilas Balik Jalan Panjang SALAM

Gerakan pasangan Selly-Manan (SALAM) sepanjang masa kampanye Pikada Kota Mataram, bukan sekadar parade politik penuh kepentingan janji manis belaka. Kilas balik jejak kampanye jago koalisi PDIP - PKS ini juga memberi edukasi dan menginspirasi masyarakat dalam banyak aspek. Mulai dari aspek politik, ekonomi, sosial budaya, nilai keberagaman, hingga penegakan protokol kesehatan di masa pandemi.

Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Mataram Masih Rendah

Bulan Desember harusnya menjadi bulan yang paling ditunggu pengusaha hotel yang ada di Kota Mataram. Di akhir tahun, hunian hotel biasanya memasuki puncaknya. Namun pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini membuat okupansi masih anjlok.

Bupati Sumbawa Barat Positif Terjangkit Virus Korona

Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin terkonfirmasi positif covid-19. Pria yang kini kembali mencalonkan diri sebagai Bupati tersebut sedang menjalani isolasi mandiri di rumah sakit Harapan Keluarga, Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks