alexametrics
Jumat, 4 Desember 2020
Jumat, 4 Desember 2020

Kisruh Posko SALAM, Ini Penjelasan Kaling Karang Bedil

MATARAM – Kepala Lingkungan (Kaling) Karang Bedil, Mataram Meirwandy angkat bicara terkait dugaan penghalangan pendirian posko tim relawan Pasangan Hj Putu Selly Andayani – TGH Abdul Manan (SALAM) di Karang Bedil, Minggu (4/10) lalu. Menurutnya hal itu semestinya tak terjadi jika  Tim Paslon  dan warga sekitar melakukan komunikasi yang baik.

“Kami sangat menyesalkan, semestinya diawali dengan komunikasi yang baik,” ujarnya mengawali pembicaraan.

Ia menuturkan, kasus bermula dari rencana peremian Posko SALAM di salah satu rumah  milik warganya bernama  Husnul Fikri. Menurut Irwan, Fikri kepada dirinya sempat  menyatakan akan mengadakan pertemuan biasa saja, tanpa ada pembahasan tentang pendirian posko.

Namun tiba-tiba esok sore,  sekitar pukul empat sore  sebelum kejadian, Fikri memberikan sebuah surat, tanpa ada lampiran apa pun. Isinya tentang peresmian Posko SALAM dan akan dihadiri Paslon.

Namun sejumlah warga keberatan. Termasuk keluarganya sendiri keberatan jika ada posko pemenangan dibangun di rumah keluarga besar tersebut. Disinilah cekcok terjadi antar keluarga Husnul terjadi.  Adu mulut tak terhindarkan.

“Ini yang memancing warga lain datang,” ujar Irwan.

Memang lanjut Irwan, semenjak Pilkada Mataram 2010  lalu ada kesepakatan antar warga di Karang Bedil tidak boleh ada pendirian posko pemenangan terkait Pilkada. Tujuannya untuk menjaga persatuan dan kondusivitas lingkungan.  Inilah yang menjadi alasan di sejak Pilwali Mataram 2015 lalu  tidak ada satupun Posko resmi paslon di Karang Bedil.  Meski demikian pemasangan atribut kampanye warga tak mempersoalkan.

“Memang ada kesepakatan warga seperti itu ditambah lagi ada keberatan dari keluarga Pak Husnul Fikri sendiri,” imbuhnya.

Untuk menengahi perselisihan tersebut Irwan selaku  Kepala Lingkungan datang memediasi. Ia juga menghubungi Babinkamtibmas setempat untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

Irwan menyayangkan narasi liar yang berkembang dan terkesan dipolitisir untuk memojokkan pasangan calon tertentu. Seolah olah kericuhan yang terjadi antara Paslon HARUM dengan SALAM.

“Jadi ini murni persoalan antara Paslon  dengan warga,” imbuhnya.

Agar hal serupa tak terulang, Irwan mengimbau seluruh paslon agar mengedepankan etika dan komunikasi yang baik. Selain itu menghormati  awiq-awiq yang disepakati warga setempat.

“Mari komunikasi dengan baik, jangan sampai hal-hal seperti ini memecah belah kita,” imbuhnya.

Sebelumnya Lurah Mataram Timur Rahmawati yang dikonfirmasi Lombok Post membenarkan adanya informasi terkait pelarangan.

“Betul pak Kaling melarang. Tapi dalam artian melarang karena khawatir peresmian memicu keributan. Bukan dalam artian tidak boleh meresmikan posko,” bebernya.

Informasi yang ia terima dari Bhabinkamtibmas, jauh sebelumnya memang akan ada kegiatan kampanye atau peresmian posko yang dimaksud.  Potensi gesekan berpeluang terjadi mengingat Lingkungan Karang Bedil memang menjadi basis massa pasangan Harum.

“Saya koordinasi dengan pihak Kecamatan dalam hal ini Pak Sekcam. Beliau mengatakan nanti ada yang bertugas yaitu Panwascam,” tuturnya.

Ditambah, pengamanan juga dilakukan oleh pihak dari Sat Sabhara Polsek Pagutan. Sehingga Lurah mengaku memantau dari jauh kondisi warga. Menghindari anggapan masyarakat ada keberpihakan terhadap salah satu paslon. “Karena kami kan belum lama ini sudah deklarasi netralitas ASN” cetusnya.

Rahmawati mengaku melihat warga Karang Bedil memang sudah banyak berkumpul di rumah yang akan dijadikam posko. Saat itulah, ia menerima info dari Bhabinkamtibmas Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana hadir menenangkan situasi. “Beliau mengimbau warga agar tidak ada keributan. Tapi informasinya posko akan dialihkan ke tempat lain tapi kami nggak tahu dimana,” tandasnya.

TAK TERKAIT HARUM

Terkait narasi liar yang mengaitkan kericuhan ini dengan pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (HARUM), Juru Bicara Tim Pemenangan HARUM H Firadz Pariska menegaskan tak ada kaitan apapun dengan HARUM.

“Kami malah tahu dari media, kami rasa itu masalah tim paslon dengan warga,” imbuhnya.

Lingkungan Karang Bedil sendiri merupakan rumah bagi keluarga besar Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana (HARUM). Bahkan H Mohan mengelola Ponpes Tarbiyatul Ummah di lingkungan ini. Karena itulah saat peristiwa ini terjadi  warga sempat menghubungi H Mohan sebagai tokoh masyarakat setempat.

H Mohan yang sedang dalam perjalanan ke Selagalas menyempatkan diri untuk mampir dan menenangkan warga. Ia meminta warga saling menghargai dan menghormati hak-hak politik  selama pilkada.

“Bahkan Pak Mohan menjamin keamanan acara dan meminta kegiatan dilanjutkan,” tambahnya.

Karena itulah H Firadz mengajak seluruh pihak terkait untuk menjaga Pilwali Mataram ini tetap kondusif. Caranya dengan tetap mengedepankan etika dalam berdemokrasi.

“Mari kita tetap santun dan beretika, dan semestinya Pilkada ini kita rayakan dengan gembira,” imbuhnya.(ton/zul/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Masukkan Program Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah

Program-program yang dicetuskan pasangan nomor urut 1, H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum) selalu bikin takjub. Salah satunya, memasukkan Mitigasi Bencana dalam kurikulum sekolah.

Industri Kreatif, Solusi Muda Hadirkan Lapangan Kerja

Debat publik putaran ketiga Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram telah selesai digelar. Pasangan HL Makmur Said dan H Badruttamam Ahda tampil maksimal dalam debat pamungkas.

Percepat Pemulihan Ekonomi, HARUM Prioritaskan Penggunaan Produk Lokal

Pandemi Covid 19 telah membuat perekonomian di Kota Mataram melambat. Sejumlah sektor utama yang menjadi tulang punggung perekonomian Mataram mengalami penurunan cukup signifikan.

Kampus Kemungkinan Dibuka Pertengahan Januari

Mulai pertengahan Januari 2021, kampus diizinkan kembali buka. Pada semester genap tersebut, perkuliahan akan menerapkan hybrid learning. Yaitu, kombinasi antara tatap muka dan pembelajaran dalam jaringan (daring).

Lagi Kader PDIP Ditangkap KPK, Kali ini Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo, Kamis (3/12). Tim penindakan KPK mengamankan Kader PDI Perjuangantersebut  sekitar pukul 13.00 WIB.

Survei Indikator, Pathul-Nursiah Unggul di Pilbup Loteng

Hasil survei Indikator sejak 25-29 November lalu menempatkan pasangan calon bupati dan wakil bupati HL Pathul Bahri-HM Nursiah unggul telak dengan perolehan 45,9 persen. Terpaut jauh dari pasangan di posisi kedua.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks