alexametrics
Minggu, 7 Juni 2020
Minggu, 7 Juni 2020

Bawaslu NTB Pantau Penggunaan Dana Bantuan Korona : Jangan Dipakai Kampanye!

MATARAM-Proses Pilkada Serentak 2020 masih sedang berjalan. “Selama belum ada Perppu atau aturan baru yang menggantikan aturan lama, maka tahapan masih berjalan,” kata Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu NTB Suhardi.

Dengan demikian, pengawasan masih terus dilakukan Bawaslu berdasarkan Undang-Undang no 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Terutama pengawasna terhadap potensi-potensi kecurangan pemilu. “Termasuk kebijakan-kebijakan yang berpotensi menguntungkan petahana secara politis,” imbuhnya.

Salah satu yang perlu diingatkan dan diawasi yakni potensi penyalahgunaan dana penanganan wabah virus Korona Covid-19 yang diambil dari APBD. “Memang belum ada laporan, tetapi saya rasa perlu kita ingatkan jangan sampai disalahgunakan,” imbuhnya.

Potensi kerentanan itu ada, mengingat dana bantuan bencana disalurkan tidak melalui proses realisasi anggaran pada umumnya. Celah itu rentan dimanfaatkan oknum petahana demi kepentingan politik. “Jangan sampai prilaku dan niat curang justru mengundang korona-korona yang lain,” sindirnya.

Mengukur niat diakui tidak mudah. Tetapi negara telah memasukan konsep ketuhanan sebagai dasar dalam bernegara yang baik. “Sila pertama itu ketuhanan yang Maha Esa, sebagai bagian dari penyelenggara saya berkewajiban menyampaikan ini agar pilkada berjalan baik dan hasilnya baik,” ulasnya.

Di sisi lain, bila ada laporan masuk indikasi penyalahgunaan dana bencana untuk kepentingan politik, Bawaslu memastikan akan memproses. “Selama ada bukti-bukti yang kuat telah ada penyalahgunaan,” tegasnya.

Fokus daerah — bahkan dunia — saat ini tersedot tangani wabah Korona. Semua potensi anggaran disisir untuk penangananya. Suhardi mengapersiasi langkah cepat pemerintah sejauh ini.

Tetapi tetap mengingatkan munculnya para politisi yang tak bisa membendung syahwat politik hingga bertindak di luar kepatutan. “Jadi evaluasi kita bersama,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gunjingan Tetangga Lebih Menyiksa, Jangan Kucilkan Penderita Korona!

GIRI MENANG-Sebagian orang menganggap Korona sebagai ‘penyakit fitnah’. Sebab, stigma negatif yang selalu disematkan kepada pasien positif Korona maupun eks pasien positif. Atas dasar itu,...

Dampak Korona, Lombok Barat Kehilangan Rp 430 Miliar

GIRI MENANG-Keuangan Pemkab Lombok Barat (Lobar) dibuat babak belur oleh wabah Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pimpinan (Rapim) terbatas di Aula Utama Kantor...

Tak Ada Zona Hijau di KLU, Kasus Korona ada di Semua Kecamatan

TANJUNG-Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus bertambah. Total kini 45 kasus, dengan Kecamatan Gangga yang akhirnya pecah telur, sebagai kecamatan yang...

Ahyar Abduh : Perekonomian Mataram Harus Tetap Tumbuh

MATARAM-Mataram ingin perekonomian tetap tumbuh meski pada masa Pandemi Covid-19. ”Kalau semua tutup tentu perekonomian tidak jalan,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.   Ia...

Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G Siapkan Undian Berhadiah

MATARAM-Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G outlet Lombok Epicentrum Mall (LEM) mengadakan undian berhadiah mulai Jumat (5/6) kemarin. ”Promo ini salah satu usaha...

Sabtu, Korona NTB Tembus 808 Kasus, 101 Anak-anak, 38 Manula, 22 Meninggal Dunia

MATARAM—Upaya memulai tatanan baru new normal masih mendapat hambatan dari terus melonjaknya angka penularan positif koroona di NTB. Sabtu (6/6) kasus korona di NTB...

Paling Sering Dibaca

Cek Korona di Mataram, Biaya Rapid Test Rp 400 Ribu, Swab Rp 1.250.000

MATARAM-Di masa New Normal, hasil rapid test dan swab sangat dibutuhkan. Misalnya jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat. Padahal, biaya untuk rapid test dan...

Naik Pesawat di Masa Korona, Ini Dokumen yang Harus Dibawa!

MATARAM-Pembatasan penerbangan komersial diperpanjang hingga 7 Juni. Dengan demikian penumpang pesawat domestik wajib melengkapi sejumlah dokumen untuk bisa terbang. ”Semua syarat itu harus dipenuhi calon...

Direktur RSUD Mataram Dorong Masjid dan Mall Dibuka, Warga Bahagia Bisa Lawan Korona

MATARAM— Di tengah meningkatnya penyebaran virus korona Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra justru meminta sejumlah aktivitas publik tetap dibuka seperti biasa. Ketika...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

NTB Coba-coba “New Normal”, Mulai dari Masjid dan Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Tidak ada daerah di NTB layak new normal. Dari 102 daerah yang dipersilakan pemerintah pusat menerapkan New Normal, tak ada satu pun daerah dari...