alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

Sibuk Cari Panggung Saat Ekonomi NTB Sedang Limbung

MATARAM-Peluit telah ditiup oleh Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah. Itu menandai seluruh komponen kekuatan yang dimiliki telah dikerahkan demi suksesi ikut Calon Presiden (Capres) 2024.

Amunisi pertama Zul telah dilepaskan melalui Lembaga opini publik KedaiKOPI yang menempatkannya di peringkat pertama elektabilitas kepala daerah untuk Indonesia Wilayah Timur.

Upaya Zul Nyalon Presiden (Nyapres) pun menuai ragam komentar dari publik di NTB. Ada yang mendukung ada yang meminta Zul memperbaiki lebih dahulu ekonomi daerah yang ambles.

Latar belakang Zul Nyapres ikut dikulik. Dari numpang tenar untuk membidik panggung Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024, hingga mengalihkan isu dari ekonomi minor NTB.

Sementara itu, mantan kader PKS Lalu Fahrurrozi ikut berkomentar terkait rencana Zul Nyapres. Dia melihat ada ironi disaat ekonomi NTB mengkhawatirkan, Gubernur Zul sibuk Nyapres.

“Baru saja BPS NTB merilis data pertumbuhan ekonomi NTB Triwulan I. BPS menyebutkan Perekonomian NTB Triwulan pertama mengalami kontraksi y on y sebesar -1,13 persen dan q to q sebesar -3,30 persen,” kata pria yang akrab Ojie ini.

Ketua DPW Partai Gelora NTB itu berharap kepala daerah — termasuk Gubernur —  fokus pada tugas dan kewajibannya menata ekonomi daerah. Lebih-lebih pada situasi Pandemi Covid-19 yang membutuhkan perhatian lebih besar.

Kinerja perekonomian NTB triwulan I tengah menurun dibandingkan  periode Januari-Maret Tahun 2020. Dan semakin memburuk jika dibanding periode Oktober-Desember Tahun 2020.

Dampak Covid-19 semakin dalam bagi perekonomian NTB. “Mereka (masyarakat) kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itu tampak pada statistik konsumsi rumah tangga pada triwulan I ini berkurang sebesar minus 3,48 persen,”  ulasnya.

Lebih lanjut, bila ditelusuri sejak awal Tahun 2020,  konsumsi rumah tangga pada triwulan I Tahun 2020 sempat mencatat pertumbuhan positif sebesar 2,91 persen. Tetapi sejak Covid-19 masuk ke Indonesia, dampaknya mulai terasa. Konsumsi rumah tangga pada  triwulan II mengalami kontraksi sebesar minus 2,95 persen.

Lalu pada triwulan 3 kembali mengalami kontraksi sebesar minus 4,42 persen, juga pada triwulan 4 mengalami kontraksi  minus 4,74 persen, dan pada triwulan I Tahun 2021 juga mengalami kontraksi minus 3,48 persen.

“Rilis BPS ini dapat menjadi semacam warning bagi pengambil kebijakan, bahwa dampak ekonomi Covid-19 makin dalam dan yang pertama kali terdampak adalah rakyat yang kehilangan pekerjaannya,” ulasnya.

Rilis BPS NTB mencatat kinerja perekonomian NTB masih di bawah capaian nasional. Jika NTB mengalami kontraksi sebesar minus 1,13 persen, maka catatan nasional masih sedikit lebih baik minus 0,74 persen.

“Jangan sampai konsolidasi jelang Pilpres yang masih jauh, menyebabkan perhatian dalam memimpin NTB berkurang. Ukirlah prestasi di NTB untuk memantaskan diri berlaga dalam kancah nasional,” tegasnya.

Sementara itu Dr Kadri, pengamat politik UIN Mataram termasuk yang meyakini tampilnya Zul sebagai kandidat Capres tidak punya agenda politik tersembunyi lainnya.

“Kalau saya lihat sih, wacana Capres Dr Zul ini mengalir begitu saja, sebagai bentuk keinginan publik yang memang mengidolakannya,” kata Kadri.

Ada satu alasan yang membuat Zul relevan disebut diinginkan publik. “Di internal PKS nama Dr Zul menjadi salah satu pilihan, bahkan saya menyebut Dr Zul sebagai kader terbaik PKS (saat ini),” tekannya.

Kondisi inilah yang membuka peluang  kini terbuka. Termasuk diusung PKS sebagai Capres 2024. “Saya kira PKS juga punya andil untuk mensosialisasikan Dr Zul sebagai Capres, kalau Dr Zul senang dan menikmati wacana ini, hal itu menurut saya sangat manusiawi,” tekannya.

Bila wacana kemudian berdampak pada, tenggelamnya isu catatan minor Zul dalam memimpin NTB, itu dinilai sebagai hal yang berbeda. Tetapi harus ditekankan menurutnya Zul muncul tidak lepas dari kondisi yang memang mengarah terbuka untuknya.

“Kalau dikatakan dia mengalihkan perhatian atas capaiannya dalam memimpin NTB, saya kira tidak,” tepisnya. (zad/r2)

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks