alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Pilwali Mataram 2020, Seluruh PPS dan PPK Bakal Jalani Rapid Test

MATARAM-KPU Kota Mataram akan melakukan rapid test kepada seluruh penyelenggara Pilkada Kota Mataram. “Anggaran rapid test ini sudah kita siapkan,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Minggu (7/6).

Rapid test dilakukan paling lambat 18 Juni kepada seluruh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK ) yang jumlahnya sekitar 180 orang. “PPK dan PPS ini yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Husni.

Sebelum rapid test kata dia, pihaknya akan melakukan bimbingan teknis (Bimtek) kepada ratusan PPK dan PPS. Karena pada 18 Juni mendatang ia sudah turun ke masyarakat melakukan verifikasi faktual (Verfak) dukungan calon perseorangan. “Verfak dilakukan selama 14 hari,” terang dia.

Sementara untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang jumlahnya 6 ribu lebih, kata Husni tidak mungkin akan dibiayai untuk rapid test. Namun begitu pihaknya akan menerapkan standar protokoler kesehatan di masing-masing TPS pada 9 Desember mendatang. Seperti menyiapkan handsanitizer, tempat cuci tangan, masker, dan thermal gun.

“Kita menerapkan protokoler kesehatan standar. Petugas tidak sampai menggunakan baju hamzat seperti yang digunakan tenaga medis,” kata dia.

Ia memastikan anggaran Pilkada Kota Mataram untuk KPU tidak ada masalah. Dana untuk KPU yang disiapkan sebesar Rp 25 miliar tinggal dicairkan. Saat ini sebut dia, KPU baru diberikan Rp 13 miliar untuk pelaksanaan Pilwali oleh Pemkot Mataram. “Sisanya kita akan ambil Juli mendatang. Tinggal diambil saja,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram H Rudi Suryawan mengatakan, anggaran Pilkada untuk KPU Kota Mataram sudah dialokasikan atau disiapakan di kas daerah. Tidak dialihkan untuk dana penanganan penyebaran Korona. Tinggal tunggu pencairannya. “Ini sudah disiapkan. Dana untuk Pilwali tidak dialihkan untuk Korona,” kata dia. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks