alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

MATARAM-Drama politik di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) semakin menarik. Munculnya nama Lale Prayatni bukan sekadar isu “kaleng-kaleng”.

Istri Sekda NTB HL Gita Aryadi itu tidak tanggung-tanggung membidik dukungan partai Gerindra. Partai pemenang di Loteng itu kabarnya cukup welcome pada sosok Prayatni.

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Tangan dingini Gita kabarnya ikut mengarsiteki suksesi Prayatni merebut SK Gerindra. Gita kembali mengandalkan Jaringan Pusat miliknya yang pernah teruji untuk merebut kursi Sekda NTB.

Lantas seberapa besar peluang Gita merebut Gerindra untuk istrinya? “Saya belum melihat kemampuan Gita di arena persilatan politik,” kata Pengamat Politik dari UIN Mataram Agus, Selasa (7/7).

Agus belum bisa mengukur efektivitas jaringan pusat milik Gita dalam merebut panggung politik. Termasuk dalam hal ini merebut SK Gerindra untuk istrinya. Tetapi hal ini dapat jadi ancaman serius dan berpotensi menggoyang peluang Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri.

Baca Juga :  Kepedulian di Tengah Pandemi, NasDem NTB Berkurban 5 Sapi dan 2 Kambing

Pathul harus lebih superior lagi menghadapi rumitnya dinamika politik Loteng. “Pilkada Loteng ini pilkada yang paling kompetitif dibanding daerah lain,” imbuhnya.

Agus meyakini segala hal masih mungkin terjadi di Loteng. Termasuk terjungkalnya Pathul dari peluang kantongi SK Gerindra.

Apalagi berbagai hasil survei memperlihatkan tidak ada figur dominan. Pathul yang merupakan petahana belum bisa mengunci angka aman survei di atas 30 persen.

Bahkan dalam survei yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, Bapaslon Pathul-Nursiah hanya kantongi elektabilitas 13,9 persen.

Hal ini yang membuat peta politik di Loteng sangat cair. “Dinamika politik sangat cepat, elastis, dan kadang revolusioner,” imbuhnya.

Survei elektabilitas masing-masing Bapaslon yang tidak jauh berbeda membuat dinamika politik di Loteng sangat tinggi. Semua partai politik sampai saat ini belum ada satupun menentukan sikap politik yang tegas di sana. “Lihat saja beberapa partai seperti Golkar, Demokrat, PBB, Nasdem, PDIP, PKS, belum ada yang menentukan calonnya,” ulasnya.

Baca Juga :  Pilbup Lombok Tengah, Tiga Pasangan Berebut Dukungan PKS

Agus mengibaratkan politik di Loteng seperti hutan belantara. “Gelap gulita, tidak terlihat mana kawan dan mana lawan,” cetusnya.

Hal ini yang membuat Agus masih sulit menghitung peluang Gita merebut Gerindra dari Pathul untuk istri tercintanya. Walaupun kesempatan Prayati sama terbukanya dengan Pathul yang mengantongi elektabilitas belum aman. “Saya kira Gita agak berat bisa menemukan jurus dan menerawang kawan atau lawan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra NTB H Ridwan Hidayat menegaskan sampai dengan saat ini, Gerindra pada posisi memberi kesempatan pada Pathul. “Saya kira sampai saat ini Gerindra tetap mendukung pak Pathul,” katanya.

Tetapi dinamika politik yang tinggi di Loteng membuka peluang semua hal terjadi. Termasuk kemungkinan Gerindra mendukung figur lain.

Semua masih bergantung pada hasil survei popularitas dan elektabilitas masing-masing calon. “Ya kita tidak tahu besok-besok ya,” katanya penuh makna. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/