alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

MATARAM-Drama politik di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) semakin menarik. Munculnya nama Lale Prayatni bukan sekadar isu “kaleng-kaleng”.

Istri Sekda NTB HL Gita Aryadi itu tidak tanggung-tanggung membidik dukungan partai Gerindra. Partai pemenang di Loteng itu kabarnya cukup welcome pada sosok Prayatni.

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Tangan dingini Gita kabarnya ikut mengarsiteki suksesi Prayatni merebut SK Gerindra. Gita kembali mengandalkan Jaringan Pusat miliknya yang pernah teruji untuk merebut kursi Sekda NTB.

Lantas seberapa besar peluang Gita merebut Gerindra untuk istrinya? “Saya belum melihat kemampuan Gita di arena persilatan politik,” kata Pengamat Politik dari UIN Mataram Agus, Selasa (7/7).

Agus belum bisa mengukur efektivitas jaringan pusat milik Gita dalam merebut panggung politik. Termasuk dalam hal ini merebut SK Gerindra untuk istrinya. Tetapi hal ini dapat jadi ancaman serius dan berpotensi menggoyang peluang Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri.

Pathul harus lebih superior lagi menghadapi rumitnya dinamika politik Loteng. “Pilkada Loteng ini pilkada yang paling kompetitif dibanding daerah lain,” imbuhnya.

Agus meyakini segala hal masih mungkin terjadi di Loteng. Termasuk terjungkalnya Pathul dari peluang kantongi SK Gerindra.

Apalagi berbagai hasil survei memperlihatkan tidak ada figur dominan. Pathul yang merupakan petahana belum bisa mengunci angka aman survei di atas 30 persen.

Bahkan dalam survei yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, Bapaslon Pathul-Nursiah hanya kantongi elektabilitas 13,9 persen.

Hal ini yang membuat peta politik di Loteng sangat cair. “Dinamika politik sangat cepat, elastis, dan kadang revolusioner,” imbuhnya.

Survei elektabilitas masing-masing Bapaslon yang tidak jauh berbeda membuat dinamika politik di Loteng sangat tinggi. Semua partai politik sampai saat ini belum ada satupun menentukan sikap politik yang tegas di sana. “Lihat saja beberapa partai seperti Golkar, Demokrat, PBB, Nasdem, PDIP, PKS, belum ada yang menentukan calonnya,” ulasnya.

Agus mengibaratkan politik di Loteng seperti hutan belantara. “Gelap gulita, tidak terlihat mana kawan dan mana lawan,” cetusnya.

Hal ini yang membuat Agus masih sulit menghitung peluang Gita merebut Gerindra dari Pathul untuk istri tercintanya. Walaupun kesempatan Prayati sama terbukanya dengan Pathul yang mengantongi elektabilitas belum aman. “Saya kira Gita agak berat bisa menemukan jurus dan menerawang kawan atau lawan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra NTB H Ridwan Hidayat menegaskan sampai dengan saat ini, Gerindra pada posisi memberi kesempatan pada Pathul. “Saya kira sampai saat ini Gerindra tetap mendukung pak Pathul,” katanya.

Tetapi dinamika politik yang tinggi di Loteng membuka peluang semua hal terjadi. Termasuk kemungkinan Gerindra mendukung figur lain.

Semua masih bergantung pada hasil survei popularitas dan elektabilitas masing-masing calon. “Ya kita tidak tahu besok-besok ya,” katanya penuh makna. (zad/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks