Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

PKB Usul Prof Masnun jadi Pj Gubernur NTB

MATARAM-Masa kepemimpinan Dr Zulkieflimansyah-Hj Sitti Rohmi Djalillah kurang dari 9 bulan lagi. Setelah itu, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB itu harus melepas jabatan karena telah satu periode atau 5 tahun memimpin NTB.

Pemilihan Gubernur (Pilgub) sendiri baru akan dilaksanakan pada jelang akhir November 2024. Selama masa waktu itu, NTB akan dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur yang nanti akan ditunjuk Presiden RI.

Namun hingga saat ini belum diketahui siapa yang akan dipilih Presiden Joko Widodo. Sejumlah nama memang telah beredar dan mendapat dukungan. Terbaru PKB secara terbuka mengungkapkan dukungannya pada TGH Prof Masnun Thahir.

“Prof Masnun, layak menjadi penjabat gubernur NTB,” kata Ketua DPW PKB NTB HL Hadrian Irfani kepada Lombok Post, kemarin (8/1).

Bukan tanpa alasan Lalu Arie, sapaan akrabnya, memberi dukungan pada Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram itu. Ia melihat kriteria Pj paling komplit ada pada Prof Masnun. Dibanding dengan sejumlah pejabat eselon 1 berlatar belakang putra daerah. “Kapasitas dan kapabilitas beliau tidak diragukan lagi,” ujarnya.

Berikutnya, Prof Masnun dianggap memiliki akses jaringan yang luas. Tidak hanya di kalangan tokoh nasional, tetapi hingga internasional. Modal jaringan itu akan sangat penting dalam upaya memastikan roda pembangunan daerah terus berjalan.  “Jadi tidak kalah dengan gubernur-gubernur sebelumnya,” sanjungnya.

Yang lebih penting lagi Prof Masnun dianggap dapat diterima semua kalangan. Faktor penerimaan ini baginya adalah kunci utama menjadi Pj. Mengingat NTB saat ini adalah daerah yang majemuk. Terdiri atas lintas suku, golongan, agama, ras, etnik. “Beliau saya rasa sosok yang diterima di semua kalangan, kelompok, dan golongan,” paparnya.

Baca Juga :  Sosialisasi Dr Zul Nyapres 2024 Jalan Terus

Selain itu, memiliki kemampuan manajerial yang baik dan mampu membaca aspirasi dengan cepat. Hal itu tentunya akan memudahkan komunikasi dengan semua kalangan termasuk kalangan dewan. “Kita butuh sosok seperti Prof Masnun Thahir untuk masa transisi kepemimpinan di NTB, PKB mendukung penuh dan mengawal prof Masnun Thahir sebagai penjabat gubernur NTB,” yakinnya.

Ia kembali memuji Prof Masnun sebagai kader NU yang dapat diterima semua kalangan. Di samping NTB menurutnya, membutuhkan sosok sederhana, merakyat, dan tidak dibuat-buat. “Jauh dari kesan pencitraan dan memang beliau adalah pekerja keras,” tekannya.

Berikutnya dari sisi keilmuan Lalu Arie meyakini Prof Masnun sebagai paket komplit. “Fiddunya wal akhirah (dunia sampai akhirat, Red) beliau kuasai, PKB akan berjuang untuk beliau,” tegasnya.

Sikap DPW PKB NTB ini juga diyakininya akan sejalan dengan dukungan sosok sepuh NU di NTB TGH Turmudzi Badaruddin atau yang akrab disapa Tuan Guru Bagu atau Datok Bagu. “Saya yakin, Datok Bagu akan sejalan dengan kami memberikan rekom dan doa kepada Prof Masnun untuk memimpin transisi kepemimpinan di NTB 2023 nanti, tidak diragukan lagi,” yakinnya sekali lagi.

Baca Juga :  Dikabarkan Ganti Rohmi di Pilgub 2024, Ini Kata Khairul Rizal

Pernyataan Lalu Arie atas nama PKB ini menjadi yang pertama partai politik yang memiliki kursi di DPRD NTB mengungkapkan arah dukungannya. Sejauh ini partai-partai yang punya kursi di DPRD NTB masih merahasiakan siapa figur yang akan diusulkan. Mengingat DPRD NTB diberikan hak untuk mengusulkan pada presiden dan prosesnya adalah melalui rapat paripurna untuk mendengar usulan semua anggota dewan terkait nama yang diusulkan.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB Ali Utsman Al Khairi, mengatakan siapapun yang nanti dipilih presiden, partai Gerindra akan taat dan loyal. “Mengingat posisi kami saat ini sebagai mitra koalisi pemerintah,” katanya.

Gerindra dikatakan Ali, ingin melihat dari sisi luas terkait Pj Gubernur. Maka sepanjang figur yang ditunjuk memiliki kebijakan yang baik dalam mengawal pembangunan daerah maka pihaknya mendukung penuh. “Intinya adalah orang yang mengerti kondisi NTB dan bisa membawanya ke arah lebih baik,” katanya.

Tidak harus Pj itu bagi Gerindra merupakan orang daerah NTB. Sekalipun berlatar belakang orang pusat, asalkan memahami dengan baik apa yang harus diperbuat di NTB. “Bukan, bukan (harus putra daerah) itu bukan poin krusial,” tegasnya. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks