alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Pilwali Mataram, Makmur-Ahda Berpeluang Dapat Dukungan PKPI

MATARAM-HL Makmur Said dan H Badruttamam Ahda (Muda) semakin serius dekati partai-partai mungil. Setelah sebelumnya PKB dan Hanura, giliran PKPI yang dipepet.

Tiga partai ini masing-masing mengusai satu kursi di DPRD Kota Mataram. “Saya kira tidak ada partai besar dan kecil semua partai dibutuhkan dan saling melengkapi,” kata Makmur seraya tersenyum.

Keseriusan paket Makmur-Ahda atau Muda incar PKPI ditunjukkan dengan mengikuti serangkaian tahapan seleksi partai. “Kami patuh dan taat ikuti semua mekanisme PKPI,” imbuhnya.

Kamis (5/3) kemarin, Makmur mengikuti tahapan fit and proper test di DPN PKPI. “Ada dua tim yang tes, masing-masing sekitar 60 menit,” tuturnya.

Yang menarik hanya paket Muda yang dipanggil ke DPN PKPI dari Kota Mataram untuk fit and proper test. Peluang paket ini mengunci dukungan PKPI terbuka lebar.

Dukungan PKPI bagi Makmur sama pentingnya dengan dukungan partai lain. Bahkan PKPI dengan tampilan kekiniannya dapat mendongkrak dukungan dari kalangan muda dan milenial. “Mas Diaz Hendropriyono itu figur muda dan milenial,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPK PKPI Mataram Misban Ratmaji menegaskan komitmen partainya menghadirkan kepemimpinan segar tapi kaya pengalaman di kota. Misban optimis mengalahkan petahana bukan sesuatu yang mustahil. “Kalau membaca pilkada lalu (2015) memang ada kans suara petahana tidak aman,” prediksinya.

Di Pilwali 2015 angka golput di Kota Mataram relatif tinggi. Kisarannya mencapai 45 persen. Hal itulah yang membuat Misban melihat ada ruang figur segar hadir di ibu kota. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks