alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Penyaluran Tahap Dua, JPS Gemilang Butuh Perbaikan Total

MATARAM-Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap ke dua segera disalurkan. Rencananya dibagikan pada 17-20 Mei atau sebelum Idul Fitri.

Pemprov NTB percaya diri bisa melakukan perbaikan. Sekalipun penyaluran tahap pertama amburadul dan panen persoalan. Mulai dari data penerima tumpang tindih, gagal maksimalkan minyak goreng produk UKM lokal, relevansi minyak kayu putih, hingga telur yang membusuk.

Partai pemerintah tetap berdiri di belakang Pemprov NTB memberdayakan UKM lokal di JPS tahap dua. “Iya tetap kita dukung,” kata politisi PKS Sambirang Ahmadi.

Tetapi dia berharap pemerintah realistis dalam melibatkan UKM lokal. “Kapasitas produksi UKM yang terbatas harus diukur,” imbuh Ketua Komisi IV DPRD NTB itu.

Ruang yang tidak bisa diisi oleh UKM lokal harus diberikan pada produk pabrikan. “Sehingga pemberdayaan UKM bisa jalan terus untuk pemberdayaan dan pembelajaran tapi keterlibatan pabrik besar tidak bisa dihindari karena tuntutan waktu distribusi,” ulasnya.

Baca Juga :  Banyak yang Gugur, Wakil NTB Sisa Dua Desa Wisata di Ajang ADWI

Kerja kolaboratif ini diharapkan dapat membuat JPS Gemilang bisa lebih maksimal manfaatnya dirasakan masyarakat. Sementara berbagai kegagalan di distribusi JPS Gemilang tahap pertama tetap harus dipertanggungjawabkan.

Semisal kasus telur dalam paket JPS yang membusuk harus diganti. “Kami meminta pihak GNE bertanggung jawab dan segera menggantinya,” katanya.

Keterlambatan distribusi membuat telur-telur di paket JPS gemilang didapati busuk. Salah satunya di Pagutan Barat. “Telur memang tidak tahan lama harus cepat didistribusikan,” ujarnya.

Sementara itu politisi PAN TGH Najamuddin Mustafa menilai JPS jauh dari kata gemilang. “JPS Gemilang yang malang,” katanya.

Dia menyebut apa yang dikhawatirkan terjadi. Najam menuding kegagalan JPS Gemilang tahap pertama tidak lepas dari upaya segelintir orang yang ingin memperkaya diri-sendiri. “Pasti banyak masalah karena mereka kejar untung,” sesalnya.

Baca Juga :  Sekretariat Tim Kawal Makmur-Ahda Mendaftar di PKB

Ketua BK DPRD NTB itu pun konsisten menyuarakan menghentikan JPS dalam bentuk bagi-bagi sembako. “Makanya saran saya dari lama sebaiknya kasih uang,” cetusnya.

Uang tidak akan berubah nilai dan tidak pula basi. Berbeda dengan logistik seperti telur yang mengandalkan ketepatan waktu dan data dalam distribusi.

Sementara Politisi NasDem H Bohari Muslim berharap Aparat Penegak Hukum (APH) mengatensi kegagalan distribusi JPS Gemilang tahap pertama. “Ada dong (ruang masuk APH) masa telur busuk dikasi masyarakat dan bisa dicek item serta harga pengadaanya,” kata Anggota Komisi V DPRD NTB itu. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/