alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Kerukunan Aset Terbesar Warga Desa Mareje

MATARAM-Warga Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, diingatkan tentang warisan terbesar sejak dulu – dari para leluhurnya.

“Kerukunan umat beragama di sana adalah aset terbesar yang dimiliki Desa Mareje dan menjadi ‘warna’ yang dikagumi,” kata Anggota DPRD NTB Dapil Lobar-KLU, Nauvar Furqani Farinduan, kemarin (8/4).

Maka sudah selayaknya masyarakat di sana menjaga dengan kokoh warna itu dengan sebaik-baiknya. Agar pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tidak merusaknya.

“Aset keragaman yang selalu terjaga dengan baik, secara turun-temurun sejak para leluhur mereka, kerukunan antara muslim dan non muslim,” imbuhnya.

Bahkan, kerukunan sudah terjalin sedemikian erat dalam pertalian saudara dan keluarga yang sangat indah.

“Sudah banyak percampuran, maka tidak jarang kita menemukan misalnya ada yang beragama muslim tetapi paman atau kakeknya Budha, atau sebaliknya,” ulasnya.

Maka, mengaitkan kesalahpahaman yang muncul di malam takbiran minggu lalu, sebagai konflik agama terlalu dipaksakan. Politisi Gerindra itu melihat kesalahpahaman yang muncul hanya bersifat personal kelompok.

“Jadi jangan ditarik ke persoalan suku dan agama. Masyarakat Mereje, bertanggung jawab untuk menjaga kerukunan yang menjadi aset terbesar mereka,” ulasnya.

Baca Juga :  Airlangga Puji Komitmen Kerja Sama Eropa di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Farin mengimbau masyarakat dapat menahan diri. Tidak mudah terprovokasi dengan narasi agama.

“Memang ada perbedaan keyakinan yang tumbuh, tapi saya sangat percaya terlebih kesigapan para tokoh agama dan masyarakat untuk meredam konflik sangat cepat, mengimbau agar masyarakat dapat menjaga diri agar tidak mudah terprovokasi,” ulasnya.

Kerukunan yang menjadi warna Desa Mareje menurutnya harus dijaga dan dipelihara. Sebagai kebanggaan yang sulit ditemukan di desa lain. “Sekali lagi ini adalah aset,” tekannya.

Farin mengungkapkan telah berupaya untuk ikut ambil bagian memulihkan keharmonisan di desa Mereje.

“Selaku pimpinan partai (Ketua DPC Partai Gerindra Lobar, Red), dan juga anggota DPRD dari Dapil Lobar saya memiliki tanggung jawab moril. Saya sudah minta perangkat partai untuk turun membantu mengondusifkan dan merekatkan kembali hubungan muslim dan non muslim (yang terprovokasi),” ulasnya.

Ketua DPRD Lobar dari Gerindra, juga telah diminta turun segera membantu memulihkan situasi di desa Mareje.

“Sekretaris (DPC Gerindra Lobar) yang juga Ketua DPRD (Lobar), telah turun untuk ikut membantu menjaga kerukunan yang ada di sana,” ulasnya.

Baca Juga :  Kapolda NTB Ancam Copot Polisi Terlibat Politik Praktis di Pilkada

Segenap kekuatan lainnya juga dikerahkan Farin dengan harapan dapat segera membuat situasi di Desa Mareje kembali seperti dulu lagi.

“Ada juga teman-teman dari lembaga sosial yang telah turun dan bergerak untuk merajut kembali keharmonisan di sana,” ulasnya.

Situasi di Desa Mareje sejauh ini berangsur semakin kondusif. Sekalipun masih ada sejumlah warga yang masih mengungsi.

“Tapi bagaimanapun kita tetap harus mewaspadai ada pihak-pihak yang ingin kembali mengganggu keharmonisan yang menjadi etalase keharmonisan itu,” harapnya.

Apresiasi juga diberikan Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda yang melihat pemerintah dan para tokoh agama dan masyarakat dengan cepat meredam kesalahpahaman yang muncul.

“Tentu kita apresiasi semoga kerukunan dan keharmonisan di Desa Mareje kembali terjalin dengan baik seutuhnya,” harapnya.

Langkah untuk mencegah persoalan meluas yakni dengan masing-masing pihak menahan diri. Tidak mudah terbakar dengan hasutan atau informasi yang tidak jelas arahnya.

“Jangan sampai kerukunan yang sudah sangat baik, rusak oleh hal-hal yang kecil dan sebenarnya dapat diselesaikan dengan kepala dingin,” ujaranya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/