alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Pengamat Bicara Peluang Ahyar dan Mohan Pimpin Golkar

MATARAM-Bursa persaingan Ketua DPD I Golkar NTB kian menarik. Setelah persaingan pimpinan partai beringin menyeret nama Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. Disamping ada nama sejumlah figur lainnya. Lantas bagaimana peluang keduanya?

“Saya mencermati sudah lama persoalan Ketua DPD Golkar NTB, menurut saya siapa yang diinginkan DPP itulah yang akan menjadi Ketua,” kata pengamat politik UIN Mataram Dr. Kadri kepada Lombok Post, kemarin (8/1).

Namun, siapa yang diinginkan DPP hingga saat ini, masih ditimbang. Menyusul hasil Pilkada juga turut menjadi pertimbangan eskalasi DPP menentukan siapa Ketua Golkar NTB.

Kadri coba menganalisa peluang kandidat Calon Ketua Golkar NTB. Mulai dari H Ahyar Abduh. Menurutnya, Wali kota dua periode ini masih punya peluang. Ahyar memiliki pengalaman menjadi Ketua Golkar Mataram dan sudah lama di kepengurusan partai beringin.

“Sekarang masa jabatannya akan berakhir. Jika dilihat konsentrasinya bisa fokus di Golkar,” papar Kadri.

Hanya saja, jika dilihat dari tradisi partai, jarang ditemukan di kepengurusan Golkar yang menjabat sebagai pimpinan bukan dari kalangan kepala daerah. Sehingga, jika DPP menginginkan ketuanya adalah kepala daerah, maka Mohan dan Dinda (Bupati Bima) yang berpeluang. “Begitu juga Suhaili tidak masuk dalam ketegori itu,” paparnya.

Selai keputusan ada di DPP, pengurus DPD II Kabupaten Kota dikatakan Kadri juga memang memiliki pengaruh. Mengingat penentuan pimpinan berdasarkan suara pengurus DPD kabupaten kota.

“Tapi kalau saya sih melihat aturannya yang akan terpilih memang dipilih suara terbanyak DPD Golkar tingkat II. Cuma dalam tradisi pemilihan, sebelum pelaksanaan musyawarah atau apapun namanya itu, sudah ada figur yang disepakati DPP,” kata Kadri.

Forum itu hanya pengesahan dari kesepakatan sebelumnya. Yang disepakati oleh DPD tingkat II ditentukan siapa yang diperintah DPP. Ini juga yang menjadi penyebab alotnya Musda DPD Golkar NTB sampai saat ini.

“Karena apa yang diinginkan oleh DPP tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh DPD tingkat II. Padahal jarang sebuah pemilihan tingkat provinsi dibiarkan bertarung terbuka. Siapa yang diinginkan DPP itulah yang biasanya menjadi ketua,” urainya.

“Semua tergantung DPP,” imbuhnya.

Bahkan, meski diagendakan Januari, pelaksanaan Musda bisa diundur kembali jika tidak ada kesepakatan antara DPP dan DPD. Dalam artian DPP dan DPD tidak menemukan figur yang tepat.

Sementara H Ahyar Abduh memilih menunggu apapun keputusan DPP dan DPD terkait Musda. “Sebagai kader saya siap kalau memang dibutuhkan,” jawabnya normatif.

Yang jelas, jika terpilih menjadi Ketua Golkar NTB, ia menargetkan partai beringin menjadi pemenang Pilkada di NTB. Membesarkan dan memenangkan partai Golkar di semua kabupaten Kota. Ahyar disinyalir memiliki kedekatan khusus dengan pengurus DPP. Sehingga, ia dijagokan untuk menjadi Ketua Golkar NTB. “Ya saya nggak tahu itu. Kita tunggu saja,” ucapnya tersenyum penuh makna. (ton/

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks