alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

DPRD NTB Sorot Penyaluran Bantuan Korona : JPS Harus Tepat Sasaran!

MATARAM-Jaring Pengaman Sosial  (JPS) Pemprov NTB segera didistribusikan. “Itu harus tepat sasaran,” pinta Ketua Fraksi PPP DPRD NTB Muhammad Akri, Kemarin (8/4).

JPS itu harus diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Mengingat dampak Korona Covid-19 telah sangat telak memukul perekonian daerah. “Harus yang benar-benar berhak mendapatkan manfaat,” imbuhnya memperingatkan.

Tugas pengawalan distribusi bantuan di bawah Dinas Sosial. Akri mengingatkan potensi tumpang tindih bila dinas sosial bekerja asal-asalan. “Kalau tidak ini akan jadi masalah baru di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dinas Sosial harus kembali turun untuk memastikan data penerima tepat sasaran. “Kalau pakai data Rastra yang lama itu kerap bermasalah, apalagi dalam kondisi penyaluran bantuan di tengah wabah seperti ini,” tekannya.

Peluang orang yang tidak berhak dapat bantuan sangat besar. Mengingat penyaluran Rastra pun kerap dikeluhkan. “Kalau itu terjadi (tidak tepat saaran) maka kita zolim,” tegasnya.

JPS Gemilang akan mulai dibagikan pada tanggal 15 April-20 April di Pulau Lombok dan 20-25 april di Pulau Sumbawa. JPS menyasar 105 ribu KK. Di dalamnya sudah termasuk 73 ribu KK masyarakat miskin dan hampir miskin yang tidak mendapat JPS pusat.

Selain itu ada 32 ribu KK kelompok masyarkat sektor formal dan informal serta dunia usaha yang terdampak Covid-19.

Politisi NasDem yang juga anggota DPRD NTB Raihan Anwar mengingatkan pentingnya membantu masyarakat di sektor formal dan informal. Mengingat dampak dari wabah telah menyasar ke semua lini. “Itu yang saya rasa harus didata juga, mengingat yang terdampak tidak hanya orang miskin tetapi mereka yang akhirnya di PHK karena perusahaannya alami gangguan ekonomi,” katanya.

Pemerintah harus jeli melihat potensi itu. Saat ini kehadiran pemerintah sangat diharapkan untuk menopang para pekerja formal dan informal yang terdampak karena wabah korona. “Ada yang tadinya bekerja di hotel, setelah di PHK jadi pengangguran, mereka tidak punya skil untuk kembali ke kampung halaman,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks