alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Peluang TGH Mujib Terbuka Pimpin Golkar Mataram

MATARAM-Sejumlah kader terbaik Golkar dipertimbangkan layak menakhodai DPD Golkar Kota Mataram.

Salah satunya yakni TGH Mujiburrahman. Sosok ulama karismatik ini dianggap figur tepat menggantikan posisi H Mohan Roliskana yang terpilih menjadi ketua DPD Golkar Provinsi NTB.

Masuk dalam perhitungan kandidat kuat, Mujib menanggapi kalem.

“Belum ke pikiran mau tampil atau tidak (berebut kursi ketua DPD Golkar Kota Mataram),” katanya kalem.

Sejak terpilih menjadi Wawali mendampingi Mohan, seluruh fokus perhatiannya disebut tercurah pada tugas barunya itu.

Di samping menjalani rutinitas dakwah di tengah masyarakat. “Masih fokus dengan tugas-tugas sebagai Wawali,” tekannya.

Alasan Mujib diperhitungkan layak duduk sebagai ketua antara lain, posisinya saat ini sebagai Wakil Wali Kota Mataram. Seakan telah menjadi tradisi, Golkar memilih kadernya yang duduk dalam pemerintahan sebagai pimpinan Golkar di berbagai tingkatan.

Di samping itu, kekaderan Mujib di Golkar tak diragukan. Pengasuh Ponpes Al Raisiyah, Sekarbela itu bahkan sebelum terpilih menjadi Wawali Kota Mataram, mengawali karir panjangnya di politik dengan menjadi anggota DPRD Kota Mataram selama 4 periode.

Selama itu juga Mujib setia menggunakan panji bendera Golkar sebagai kendaraan politiknya.

Bagaimana bila ada desakan dari partai atau mayoritas kader memimpin Golkar Mataram?

Mujib menjawab diplomatis. Tetapi dari nadanya sosok pria kalem itu masih menunggu alasan tepat duduk di posisi itu.

“Nanti kita lihat apa pertimbangannya,” katanya.

Ia pun menegaskan perintah partai yang dimaksud belum ada hingga saat ini. Sehingga Mujib menganggap belum perlu memikirkan duduk di kursi kosong DPD Golkar Kota Mataram.

“Sampai saat ini partai belum memerintahkan,” pungkasnya.

Sebelumnya ada nama H Didi Sumardi yang mengisyaratkan tengah menunggu “arah angin” di DPD Golkar Kota Mataram.

Sama seperti Mujib, ketua DPRD Kota Mataram itu juga belum mau berkomentar banyak terkait peluang duduk di kursi ketua.

Sekalipun digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat, politisi senior Golkar itu belum mau menyampaikan kepastian tampil atau tidak di panggung Musda. Dia nampaknya masih harus membaca peta dukungan politik hingga kemungkinan memperoleh dukungan mayoritas pemilik suara.

“Dalam kepanitiaan itu ada Steering Committee (SC) yang tugasnya salah satu menyusun draf jadwal acara, nah dalam jadwal acara akan diatur salah satunya tanggapan yang akan disampaikan peserta Musda, sehingga untuk sampai pada tanggapan (akan maju atau tidak), sepertinya masih lama,” jelasnya sembari tersenyum. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks