alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Ramai-ramai Protes Bawaslu

MATARAM-Dugaan money politik berhembus di Kota Mataram. Tiga partai antara lain Perindo, Golkar, dan Demokrat membuka pada media, bukti dugaan mereka pada salah satu caleg di kecamatan Selaparang.

“HT (insial, Red), ditemukan membagi-bagikan uang Rp 75 ribu,” kata Caleg Demokrat Kota Mataram Muhammad Fauzi.

Ia memperlihatkan print out foto dugaan uang yang dipakai HT untuk mempengaruhi pilihan warga.  Ia pun menyebut lokasi persis dugaan money politik itu di Karang Baru, Selaparang.

“Kami sudah lapor ke Panwascam, lengkap dengan barang bukti dan saksi-saksinya,” terangnya.

Namun yang membuat dirinya dan dua partai lain kecewa usai memberikan keterangan dan di-BAP, laporan itu kasusnya dihentikan. Padahal jelas-jelas ia melihat itu politik uang untuk mempengaruhi orang lain.

“Kok dihentikan, kami mau tanya kelanjutannya seperti apa?” cetusnya.

Ditambahkan Ketua DPD Perindo Kota Mataram Baehaki Purnawan, mereka juga punya bukti lain yakni potongan percakapan via whatsapp yang sudah di screen shot. Dalam bukti yang telah diprint out itu terlihat percakapan antara dua orang.

Baehaki mengatakan, dari bukti itu jelas-jelas ada keterlibatan permainan oknum internal Panwascam Selaparang untuk ‘mengamankan’ kasus HT agar tidak berlanjut ke disukualifikasi calon, karena praktek politik uang.

“Ada indikasi permainan karena dari chat itu oknum Br (inisial, Red), menjamin kasus ini tidak akan ditindaklanjuti sentra Gakumdu,” cetusnya.

Baehaki menyesalkan bila kasus ini dibiarkan. Justru membuat, pendidikan politik yang buruk bagi masyarakat bila ditindak. Apalagi di internal Panwascam sendiri ada oknum yang berani mempermainkan hukum.

“Bawaslu yang kami harapkan sebenarnya bisa  netral dalam mengambil keputusan, kok malah seperti ini,” sesalnya.

Ia pun berkomitmen untuk mengawal kasus ini. Sampai akhirnya ada keputusan yang lebih adil dan dinilai baik bagi pembelajaran politik masyarakat.

“Setelah ini kami akan ke Bawaslu lagi untuk hearing soal ini,” cetusnya.

Keputusan Bawaslu menyebut aksi HT tidak memenuhi syarat pelanggaran juga membuat ketua DPC Perindo Selaparang Mars Juendi kecewa. Ia merasa telah menunjuk saksi-saksi yang dapat memberi keterangan terkait politik uang itu.

“Kalau tidak memenuhi syarat, lalu bagaimana dengan bukti-bukti ini?” kata Mars.

Senada, ketua PAC Golkar Selparang M Taufik Hidayat berharap Bawaslu kembali memberikan atensi terkait persoalan ini. Tidak membiarkannya liar dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. “Supaya ditindaklanjuti,” harap Taufik.

Sementara itu Dewi Asmawardhani, Koordinator Sentra Gakumdu Kota Mataram mengatakan pihaknya mengakui pernah menangani persoalan dugaan money politik HT. Hanya saja, lanjut Dewi dari 12 saksi yang dihadirkan tidak ada yang melihat kasus itu langsung.

“Tidak ada satupun yang menyatakan benar-benar melihat kejadian (memberikan uang), padahal disebut ini OTT,” kata Dewi.

Beberapa saksi yang dihadirkan juga memberikan keterangan berbeda-beda. Sehingga, pihaknya merasa tidak perlu melanjutkan laporan tersebut.

“Pelapor tidak memberikan kami bukti chat itu, kalau ada coba perlihatkan pada kami,” tantangnya.

Jika benar ada oknum Panawascam Selaparang yang terbukti ‘bermain’, pihaknya tidak akan segan-segan menindak pelaku. Apalagi sampai memberikan jaminan keamanan kasus, menurutnya itu sudah diluar kewenangan dari Panwascam.

“Kita bisa tidak secara administrasi, kode etik, sampai pidana, kalau terbukti itu ada,” tegasnya. (zad/r2)

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks