alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Rekap Memanas, Pleno Molor

MATARAM-Memasuki hari ke tiga rapat pleno terbuka KPU NTB, sebanyak tujuh kabupaten/kota yang telah selesai dipleno. Antara lain Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabuaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Lombok Timur.

Ada tiga kabupaten yang belum disahkan dalam pleno yakni Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Tengah.

“Kalau Kota Mataram mungkin besok (hari ini, Red) masuk,” kata Ketua KPU NTB Suhardi Soud.

Mataram terkendala karena ada dua TPS yang harus Pemungutan Suara Ulang (PSU). Sedangkan, Lombok Tengah terkendala teknis karena kondisi lapangan yang diwarnai banyak protes pendukung pasangan caleg daerah.

Puncaknya pada Rabu malam (8/5) timbul bentrokan antara massa pendukung dengan aparat kepolisian.

Mulanya KPU NTB berharap rekapitulasi bisa selesai sampai Kamis (9/5) kemarin. Tapi, munculnya berbagai persoalan di tiga daerah itu, memaksa KPU menabah waktu rapat pleno terbuka.

“Tidak mungkin selesai sampai nanti malam (kemarin malam, Red),” cetusnya.

KPU NTB berencana menambah waktu pleno sampai Minggu (12/5). Menyelesaikan proses rekapitulasi di semua daerah.

“Sudah tiga kali pleno, setiap kali pleno selalu ada massa yang mengawal rekapitulasi di Lombok Tengah,” kata Brigjen Pol Nana Sudjana, Kapolda NTB.

Sampai puncaknya pada rabu (8/5) malam, terjadi insiden bentrokan. Antara massa pendukung caleg dengan aparat kepolisian. Namun Sujana menggaris bawahi tajamnya situasi hanya untuk rekapitulasi caleg daerah.

“Bukan untuk pilpres atau pileg DPR RI maupun DPD RI,” tegasnya.

Ia berharap tidak ada lagi bentrokan susulan dan tindakan anarkis lainnya, karena petugas akan bertindak tegas bila terjadi lagi seperti malam itu. Sudjana mengatakan sudah ada lima orang diamankan terkait kerusuhan saat ini.

“Saat ini sedang dimintai keterangan secara intensif,” terangnya.

Yang menarik juga di sela-sela rapat pleno terbuka KPU NTB, kehadiran kotak suara kecamatan Sekotong yang dibawa petugas, Kamis (9/5) kemarin, sempat menarik perhatian awak media.

Kotak suara bahkan sampai dibawa ke ruangan VVIP. Lalu mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. (zad/r2)

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks