alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Pilbup Loteng, Humaidi-Sakti Tunggu Restu Bodak dan Golkar

MATARAM-H Humaidi membenarkan telah memilih berpasangan dengan TGH Lalu Gede Sakti. “Insya Allah (iya)” katanya, kemarin (7/5).

Munculnya Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Humaidi-Sakti membuat peta politik di Lombok Tengah tambah menarik. Poros Yayasan At Thohiriyah Al Fadiliyah, Bodak, Loteng sampai saat ini telah memunculkan dua figur lengkap dengan pasangannya.

Humaidi-Sakti dan Ferdian Elmansyah yang dampingi HL Pathul Bahri. Sebenarnya masih ada satu lagi yakni H Ahmad Fuaddi. Namun hingga Fuad belum mengonfirmasi akan berpasangan dengan siapa.

Humaidi pun sudah mendaftarkan Gede Sakti sebagai pendamping ke sejumlah partai. “Saya daftartarkan ke DPP Partai Golkar maupun ke partai seperti PPP,” terangnya.

Dia pun telah mendapat informasi bila PPP telah memproses permohonan dukungan ke DPP PPP. “Hari senin kami akan terima tamu dari desk pilkada PPP,” pungkasnnya.

Sebelumnya Humaidi santer dirumorkan berpasangan dengan Ketua DPC PKB Lombok Tengah HL Pelita Putra. Namun terkonfirmasinya pasangan Humaidi-Sakti menepis rumor.

Humaidi terlihat lebih nyaman dengan mantan calon bupati Loteng dua kali itu dan memperkenalkannya pada publik. Di sisi lain Pelita pun menyebut belum mendapat restu dari orang tuanya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PPP NTB Muhammad Akri membenarkan nama H Humaidi salah satu yang berporses di PPP. “Salah satu Balon yang berproses di partai,” katanya.

Usulan bakal calon wakil bupati (Bacawabup) baru akan dimantapkan PPP setelah para figur ikuti proses fit and proper test. Namun agenda itu masih harus ditunda karena situasi Pandemi Covid-19. “Nanti kalau yang belum punya pasangan (setelah vit and proper test) akan diberi surat tugas,” terangnya.

Sementara itu sepanjang sepengetahuannya nama Gede Sakti tidak mengikuti proses penjaringan di PPP. “Gede sakti tidak berproses di PPP,” ungkapnya.

Namun nama Gede Sakti salah satu dari tiga nama yang direkomendasiakan DPC PPP Loteng ke DPP PPP melalui DPW PPP NTB. Disamping ada nama HL Normal Suzana dan Lalu Aswatara.

Seperti Gede Sakti, Aswatara diketahui tidak ikut proses penjaringan PPP. Tetapi muncul sebagai salah satu yang direkomendasikan.

Munculnya Gede Sakti dan Aswatara sebagai figur bakal calon wakil bupati yang direkomendasikan diperkirakan langkah DPC PPP Loteng mengikuti pola peta politik terkini. Aswatara diketahui akan dampingi H Ahmad Ziadi. Sedangkan Gede Sakti dampingi Humaidi.

Kunjungan desk pilkada PPP pada senin minggu depan, kekediaman H Humaidi dipastikan bukan dari DPW atau DPP. “(tetapi) DPC,” pungkasnya. (zad/r2)

  

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks