alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Dapat Dukungan TGB dan Ali BD, Mohan Makin Pede

MATARAM-H Mohan Roliskana mulai sadar dengan kekuatan calon lawannya. Terutama, Hj Putu Selly Andayani. Karena itu, dia tak henti-hentinya meminta dukungan para tokoh.

Ya, setelah mengunjungi mantan Gubernur NTB TGB M Zainul Majdi, Sabtu (8/8) giliran mantan Bupati Lombok Timur HM Ali Bin Dachlan yang didatangi.

“Kegiatan silaturahmi kami ke para tokoh adalah untuk meminta nasehat dan mendengar harapan-harapan mereka tentang Kota Mataram,” ungkap pria yang masih menjabat Wakil Wali Kota Mataram itu.

Bagi Ketua DPD Golkar Kota Mataram ini, penting baginya belajar dari orang-orang yang syarat pengalaman dalam politik, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Sebagai tokoh, tentu mereka memiliki pengaruh di masyarakat.

“Maka itu, kami berharap bahwa keputusan beliau-beliau untuk memberikan dukungan kepada Harum, semoga dapat memperkuat dukungan masyarakat kepada kami. Insya Allah,” ujarnya.

Ali BD pun menyambut hangat kehadiran Mohan.Tema politik langsung menjadi topik utama. Ali berkisah kalau dulu ikut mendirikan beberapa partai setelah era reformasi. Ia gembira setelah ada banyak partai. Banyak partai ini mendorong demokrasi.

Ia juga dulu pernah bersaing dalam Pilkada Kota Mataram. Sehingga bagi pria yang memiliki rumah di Karang Baru itu, Mataram sudah tidak asing baginya. Ia pernah tinggal di Gomong saat menjadi PNS dan banyak menghabiskan waktu di Mataram sebelum menjabat Bupati Lombok Timur dua periode.

Ali BD memberi semangat kepada Mohan untuk berjuang. Mohan yang lebih banyak mendengar dalam pertemuan tersebut, berterima kasih atas dukungan politisi senior tersebut. “Saya datang silaturahim saja. Lama tidak berjumpa beliau, tetap beliau sosok yang penuh gagasan,” tandas Mohan.

Terpisah, pengamat politik dari UIN Mataram Agus, M.Si menilai, kunjungan bakal calon ke tokoh dan sesepuh politik NTB adalah hal biasa. Namun, hal itu juga bisa membuat kedua belah pihak (calon yang berkunjung dan tokoh yang dikunjungi) saling menguntungkan.

“Ada banyak hal yang membuat para elit politik turun gunung,” kata mantan komisioner KPU NTb itu.

Pertama, kata Agus, elit partai politik seperti gubernur (H Zulkieflimansyah), Ali BD dan TGB ikut terlibat karena menjawab tantangan desain Pemilu 2024. Pilkada serentak 2020 dianggap sebagai modal strategis untuk memenangkan Pilkada 2024.

Tidak hanya elit politik lokal, tapi pusat juga pasti akan terlibat. Itulah yang membuat Pilkada Kota Mataram menarik. “Mungkin bukan TGB yang akan maju di 2024 nanti, meski terlalu dini, boleh jadi bu Wagub maju nomor satu dan akan berpisah dengan gubernur yang sekarang,” jelasnya.

Sehingga partai yang semula berkoalisai bisa jadi rival di Pilkada 2024. Sehingga desain Pilkada 2024 sudah dimulai dari Pilkada 2020. Terlebih, dalam dalam draft Undang-undang Pemilu Nasional dan Pemilu Serentak ada beberapa pemilu yang terlaksana di 2024 nanti. Mulai dari Pilpres, Pemilu Legislatif di Bulan April, dan Pilkada serentak di Bulan Oktober.

Selain alasan Pilkada, dosen Ilmu Tata Kelola Pemilu Jurusan Pemikiran Politik Islam tersebut menilai turunnya elit politik karena Mataram merupakan ibu kota provinsi. Semua kapital terpusat di Mataram. Sehingga semua elit, kapitalis punya kepentingan politik langsung di Kota Mataram sebagai pusat pemerintahan, pusat pendidikan, industri dan yang lainnya. Relasi elit politik dengan kapitalis menurutnya tidak bisa dihindari.

Karena Pilkada sampai saat ini masih berbiaya tinggi. “Para elit menjadikan Mataram menjadi fokus yang strategis tidak hanya perebutan wali kota. Yang lebih dari itu adalah perebutan kapital,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks