alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Selly-Manan, Ingin Jadikan Kota Mataram Ramah Disabilitas

Bakal calon wali kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan pasangannya TGH Abdul Manan, menyiapkan Kota Mataram sebagai kota ramah bagi penyandang disabilitas. Tak boleh ada lagi penyandang disabilitas yang dianaktirikan di Ibu Kota Provinsi. Mulai dari pendidikan, hingga ke urusan mendapatkan pekerjaan.

——————————————————-

 

SABTU (8/8) malam, Hj Putu Selly Andayani menggelar dialog interaktif dengan kelompok penyandang disabilitas di Kota Mataram. Dialog digelar di kediaman Hj Selly di Jalan Panji Masyarakat, Kota Mataram.

Pada Selly-lah, para penyandang disabilitas tersebut meletakkan harapan. Itu sebabnya, dalam pertemuan itu, segala keluhan dari penyandang disabilitas ini pun tumpah. Terutama terkait bagaimana mereka mengaku belum mendapatkan akses yang setara terhadap kehidupan mereka di Kota Mataram.

Para penyandang disabilitas yang hadir sebagian besar adalah disabilitas rungu. Untuk mereka, dialog pun dipandu penerjemah Ema Ramdani dengan menggunakan bahasa isyarat.

Membuka dialog yang hangat dan guyub, Selly menegaskan, dirinya bersama TGH Abdul Manan akan menjadikan Mataram sebagai kota yang ramah dan inklusif terhadap kelompok disabilitas.

“Karena itu, Bunda ingin silaturahim ini terus berjalan sampai kapan pun,” imbuh calon Wali Kota idola dengan jargon Mataram Berkah dan Cemerlang ini.

Karena itu, pada kesempatan tersebut, Selly memosisikan diri banyak mendengar. Memberi ruang seluas-luasnya para penyandang disabilitas yang hadir untuk menyampaikan uneg-uneg mereka. Tanpa batas. Tanpa sekat.

Hadir pula bersama para penyandang disabiltias tersebut Ketua Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Geratin) NTB Edi Suciarman dan Ketua Geratin Kota Mataram Ahmad Fikri Hidayat.

Para penyandang disabilitas tersebut menyampaikan banyak hal. Mulai dari soal sarana informasi seperti televisi yang tidak menyiapkan subtitle atau teks penerjemah yang membuat mereka kesulitan mengakses informasi maupun hiburan. Banyak informasi yang cukup penting, namun justru tidak ramah bagi kelompok disabilitas seperti tunarungu karena tidak menyediakan penerjemah.

“Karena penderita tuna rungu mengandalkan visual. Untuk acara TV perlu ditambahkan subtitle agar kami bisa memahami dan menangkap pesan-pesan siaran televisi itu,” kata Zaini seorang penderita tunawicara ini.

 

Pendidikan Formal   

 

Selain itu, soal pendidikan formal juga masih menjadi kendala bagi disabilitas. Mereka mengeluhkan soal akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Menanggapi hal tersebut, Bunda Selly berjanji akan memfasilitasi mereka menempuh pendidikan formal, sehingga hak mendapatkan pendidikan yang baik dapat terwujud.

“Jika kami (Selly-Manan) menang, akan jadi perhatian khusus pendidikan formal kalian. Kumpulkan saudara-saudara kita (penyandang disabilitas) nanti kami yang menyiapkan fasilitasnya. Karena semua punya hak yang sama di NKRI ini,” ujarnya.

Selain itu, kelompok disabilitas juga menginginkan pekerjaan yang setara dengan masyarakat umumnya yang dapat mereka kerjakan. Mereka juga memiliki kemampuan yang sama dengan masyarakat pada umumnya.

Mereka ingin Wali Kota Mataram terpilih nantinya juga menyediakan beasiswa bagi mereka untuk menempuh pendidikan. Karena, meskipun kondisi fisik mereka terbatas, namun semangat belajar tetap tinggi. Hal itu dibuktikan dari beberapa penyandang disabilitas yang lancar menggunakan bahasa Inggris.

Sementara Gawi, penyandang disabilitas netra mengutarakan aspirasi para disabilitas dalam soal pendidikan ingin diperlakukan sama. Termasuk kuliah di universitas negeri.

“Di Mataram ini, hanya IKIP yang menyediakan tempat kuliah untuk disabilitas. Dan itupun biayanya mahal,” kata Gawi.

Itu sebabnya, dia sangat berharap, jika Bunda Selly terpilih sebagai Wali Kota, agar diberi jalan penyandang disabilitas bisa kuliah di universitas negeri di Mataram.

Gawi sendiri saat ini adalah seorang pelajar kelas 3 di SMAN 6 Mataram dan selalu jadi juara kelas. Dia juga sangat mahir berbahasa Inggris dengan grammar yang tertata baik.

Fikri, penyandang disabilitas lainnya menawarkan diri untuk mendapat kepercayaan untuk turut berjuang bersama Selly-Manan.

“Karena Bunda Selly telah menunjukkan kepedulian kepada kami sebagai kaum disabilitas. Insya Allah kami akan memperjuangkan ibu,” katanya sembari meminta alat-alat peraga digunakan kandidat untuk sosialisasi.

Terhadap semua masukan penderita penyandang disabilitas ini, Selly memastikan, jika terpilih, akan ada fasilitas pendidikan maupun pekerjaan yang layak untuk para penyandang disabilitas di Kota Mataram.

Selly juga akan tetap membuka ruang dialog interaktif dengan penyandang disabilitas untuk mendengarkan setiap keluhan dan masukan mereka. (kus/r6/adv)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks