alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Pengamat Politik : Pasangan HARUM Masih Lebih Unggul

MATARAM-Politik di Kota Mataram kali ini lebih berwarna. Tidak ada calon penggembira apalagi boneka. Demokrasi yang terbangun lebih berenergi dan meriah. Sejumlah figur kuat ikut berlaga.

H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman, HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda, H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi, dan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan.

Sisi menarik politik kota, tidak cuma karena banyak kontestan. Tetapi di tahun 2020 tercipta sejarah dua keluarga memilih jalan berbeda.

Dua keluarga yang selama dua dasawarsa menakhodai ibu kota: keluarga H Ahyar Abduh dan keluarga HM Ruslan (alm). “Saya kira sejarah telah tercipta, kelak anak-cucu mereka akan mendengar kisah, bahwa kakek-buyut mereka pernah bersama memimpin ibu kota,” kata pengamat politik UIN Mataram Ihsan Hamid, kemarin (9/9).

Lantas antara keluarga alm Ruslan dan Ahyar, siapa yang mendominasi? Terlepas dari persaingan empat kandidat. “Ini terlepas dua Bapaslon lain ya, jadi mana yang mendominasi, bukan siapa yang akan menang di Pilwali,” imbuh Ihsan.

Mengukur kekuatan politik dua keluarga itu, Ihsan menggunakan lima pendekatan. Pendekatan pertama dari sisi publikasi. “Dari sisi publikasi, HARUM (Mohan-Mujib) di atas MUDA (Makmur-Ahda),” katanya.

Sebagai contoh, masyarakat dengan mudah menemukan alat sosialisasi baliho HARUM. “Sekalipun baliho MUDA juga banyak, tetapi tidak sebanyak HARUM yang sampai jalan protokol penuh,” katanya.

Dari sisi pengemasan alat sosialisasi, HARUM lebih kaya kreativitas. Baliho HARUM ada yang dielaborasi dengan program-program.

Lalu ada pula yang memanfaatkan momentum untuk ikut sosialisasi. Seperti pentingnya menjaga kesehatan di tengah Pandemi Covid-19. “Kalau baliho MUDA baru saya lihat cuma pengenalan sebagai calon saja,” ujarnya.

HARUM dinilai lebih lentur bersosialisasi dibanding MUDA. Sekalipun di media sosial tim MUDA agresif menggerakan buzzernya. “Istri Ahda itu kan influencer, begitu pula putri pak Makmur, tetapi untuk efektivitas saya melihat HARUM masih di atas,” bandingnya.

Kedua, dari sisi figur atau ketokohan. “Bila apple to apple saya masih melihat HARUM di atas MUDA,” terangnya.

Psikologi umum masyarakat NTB, cendrung menyenangi romantisme kepemimpinan. Lebih-lebih lagi, figur alm Ruslan digambarkan tegas dan berkarakter. “Saat kepemimpinan Pak Harto banyak orang merindukan kepemimpinan Bung Karno,” katanya mencontohkan.

“Saat ini di Mataram begitu, ada narasi rindu dengan kepemimpinan pak Ruslan (alm) saat Ahyar menjabat,” ulasnya.

Pada situasi seperti saat ini, keluarga alm Ruslan diuntungkan oleh romantisme kepemimpinan. “Sekaligus membuka peluang, saat Ahyar tidak lagi menjabat, saya yakin nanti muncul narasi rindu Ahyar sebagai pemimpin terbaik,” ujarnya.

Begitupun untuk ketokohan keturunannya, track record politik Mohan lebih banyak dari Ahda. “Seandainya Ahda pernah merintis politik seperti Mohan, mungkin bisa mendekati, tetapi saat ini harus diakui Ahda jauh di bawah Mohan,” terangnya.

Ketiga, dari sisi dukungan mesin birokrasi, Mohan dinilai lebih superior. “Memang Mohan tidak bisa leluasa membuat kebijakan karena terganjal Ahyar, tetapi dia bisa memainkan politik harapan,” ulasnya.

Pejabat di eselon III dan IV, Camat, hingga Lurah diprediksi lebih banyak condong ke Mohan. “Loyalis Ahyar lebih banyak di kepala dinas dan asisten,” ujarnya.

Sekalipun ASN dilarang berpolitik tetapi tidak bisa dibatasi. Mereka dapat bergerak diam-diam mengagitasi dukungan ke Mohan. “Mohan bisa memainkan politik harapan melalui promosi (jabatan),” ulasnya.

Hasil survei Mohan sekaligus garansi janji pasti terlaksana. Tinggal membuktikan loyalitas dan totalitas berjuang untuk Mohan.

Keempat, dari sisi persepsi publik, HARUM tetap di atas MUDA. “Mengukurnya dengan hasil survei, tetapi tentu catatan Mohan sebagai wakil wali kota dua periode dan Mujib anggota dewan tak tergantikan, saya kira sudah menggambarkan ini,” ujarnya.

Kelima dari sisi kekuatan logistik, Ihsan melihat HARUM tetap unggul. Didukung para sponsor atau donatur yang punya kepentingan bila Mohan menang.  “Ya walaupun mungkin tipis, kalau MUDA 10 mungkin HARUM 12 atau 14-lah,” katanya.

Maka Ihsan berkesimpulan HARUM saat ini masih unggul di banding MUDA. “Tapi tentu untuk saat ini, peluang berubah terbuka, masih ada waktu kampanye 3 bulan,” pungkasnya.

Kreativitas tim sukses Mohan sudah membuat lompatan-lompatan cukup lebar di banding MUDA. Salah satu yang tengah digarap sebagai alat sosialisasi yakni film MOHAN.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, pun tersenyum saat ditanya apakah film MOHAN bagian strategi pemenangan. “Ya, nggaklah,” celetuknya santai.

Mohan mengatakan, film MOHAN bukan kepentingan utamanya yakni mengakomodir kreativitas para sineas potensial di Mataram. “Nggaklah, itu kreativitas (mereka),” ujarnya.

Tetapi Mohan menyadari, di tengah Pandemi Covid-19, cara-cara kreatif dan aman bagi masyarakat harus ditempuh. “Saya kira kita harus eksplorasi ruang-ruang kreativitas yang aman bagi masyarakat,” ulasnya.

Mohan menyampaikan ucapan terima kasih atas berbagai bentuk kreativitas masyarakat dalam mendukung paket HARUM. “Mari kita bangun demokrasi ini dengan cara-cara yang sejuk dan kaya ide dan gagasan,” pungkasnya.

Terpisah Bakal Calon Wali Kota Mataram HL Makmur Said, mengatakan timnya terus bekerja meningkatkan elektabilitas paket MUDA. Figur pendampingnya yang merupakan anak muda, telah menjawab harapan kalangan milenial hadirnya pemuda dalam politik. “Insya Allah dengan dukungan partai pengusung yang luar biasa, seperti Gerindra, PKPI, PKB, dan Berkarya, kami optimis menang,” katanya. (zad/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks