alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pilkada Serentak NTB di Tengah Korona, Tugas Penyelenggara Makin Berat

MATARAM-Enam hari lagi tahapan Pilkada Serentak 2020 dimulai. KPU Kota Mataram mulai mempersiapkan diri bekerja di tengah Pandemi Covid-19. “Tadi (kemarin, Red) kita ada rakor di KPU provinsi bersama KPU daerah lain untuk memulai tahapan,” kata Ketua KPU NTB Husni Abdin, Selasa  (9/6).

Secara umum, rakor bahas anggaran teknis penyelenggaran di tengah pandemi. “Pada intinya anggaran sudah siapkan KPU (pusat)” terangnya.

Lalu pada 15 Juni nanti tahapan Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Mataram dimulai dengan pelantikan PPS. “Sedangkan PPK tinggal diaktifkan karena sudah dilantik sebelum Covid,” ulasnya.

Tetapi tahapan yang lebih menantang dan berisiko pada 18 Juni. “Di sana kita turun untuk melakukan verifikasi faktual,” terangnya.

Sebelum turun PPK dan PPS akan diberi Bimbingan Teknis (Bimtek) cara bertugas di tengah pandemi. “Kita ada bimtek sekitar dua hari,” jelasnya.

Tantangan tersulit dalam proses verifikasi faktual yakni saat petugas harus memverifikasi dukungan untuk calon perseorangan. Terlebih jika salah satu warga yang diverifikasi berstatus ODP, PDP, hingga pasien Korona.

Situasi ini dapat membahayakan kesehatan tim. “Langkah pertama mungkin kami akan berkoordinasi dulu dengan Gugus Tugas Kota Mataram,” terangnya.

Secara umum, petugas atau tim verifikator nantinya dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dalam bentuk masker, hand sanitizer, dan pentingnya jaga jarak atau phsyical distancing. “Tetapi untuk pasien positif lebih ketat lagi,” jelasnya.

Beberapa obsi teknis verifikasi tengah dikaji. Mulai dari meminta bantuan tim medis pertanyaan ke pasien sampai petugas verifikator turun langsung. “Tetapi dengan menggunakan baju hazmat, misalnya,” terangnya.

Verifikasi langsung tidak bisa dihindari mengingat tahapan ini merupakan amanat Undang-Undang. “Ya saya kira itu teknis ya, kita sampai saat ini masih tunggu juklak-juknis dari KPU,” ulasnya.

Verifikasi faktual di tengah pandemi merupakan hal baru bagi KPU. Sekaligus tantangan dapat melaksanakan Pilwali yang berkualitas dan terpercaya.

Husni mengatakan sekalipun petugas berisiko terpapar pandemi, tetapi secara umum mereka telah menyatakan kesiapan. “Kami terus berinteraksi dengan PPK, sejauh ini belum ada yang menyatakan ketidaksiapan, ” terangnya.

Selain di tahapan Verifikasi Faktual, interaksi langsung pertugas KPU dengan masyarakat juga saat Pencocokan dan Penelitian (Coklit). Tahapan ini pun tak kalah berisiko dengan tahapan verifikasi faktual untuk dukungan calon perseorangan.

Sementara itu, Bawaslu pun telah mempersiapkan diri mengantongi data sebaran pandemi di Kota Mataram. Langkah kewaspadaan ini untuk menumbuhkan rasa aman petugas dalam melaksanakan tahapan Pilkada Serentak 2020. “Tentu ini demi keselamatan para petugas kami,” kata Ketua Bawaslu Kota Mataram Hasan Basri. (zad/r2)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Penanganan Kasus Pernikahan Sejenis Dialihkan ke Polres Lobar

Kasus pernikahan sesama pria  SU alias Mita dengan MU menyeret pejabat yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan surat nikah. Yakni  Kepala Lingkungan (Kaling) Pejarakan, Lurah Pejarakan Karya, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ampenan

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks