alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Program Bagi-bagi JPS DPRD NTB Jadi Polemik

MATARAM-TGH Najamuddin Mustofa masih enggan menerima program JPS Dewan. “Saya belum menerima sampai saat ini,” katanya pada Lombok Post, Selasa (9/6) alu.

Alasan Najam tidak menerima program itu karena masih bingung dengan peran dewan yang selolah-olah berubah. “Kita (dewan) kan fungsinya pengawasan kok seperti eksekutif bagi-bagi sembako,” cetusnya.

Keputusan menolak bantuan itu, setelah dia mempertimbangkan dinamika JPS Dewan yang terus disoroti. Seperti diketahui DPRD NTB memperoleh program JPS Dewan dengan nilai Rp 6,5 miliar.

Masing-masing anggota dewan dapat 900-1000 paket untuk disalurkan ke dapil masing-masing. Satu paket nilainya berkisar Rp 100 ribu. “Kalau pokir atau asiprasi ya memang sah disampaikan pada pemerintah, tetapi bukan kita di dewan yang bagi-bagi,” cetusnya.

Bila sampai dewan turun langsung membagi JPS bisa dianggap offside. Dewan masuk ke ranah teknis yang sebenarnya wilayah eksekutif atau pemerintah. “Saya juga bingung, seharusnya kalau ada aspirasi ya tinggal disampaikan ke dinas bersangkutan, biar dinas itu yang menindaklanjuti sesuai KTP (penerima) yang kita ajukan,” ujarnya.

Hal inilah yang membuat dia masih enggan menerima program JPS itu. “Biar eksekutif saja yang kerja, jangan saya yang menenteng,” cetus politisi PAN itu.

Najam pun gelisah dengan berbagai persoalan muncul seputar Pandemi Covid-19. Baginya bukan pandemi yang membuat situasi belakangan sulit bagi masyarakat.

Tetapi ragam kepentingan yang mengiringi isu itu menambah persoalan kian rumit. “Orang-orang di kampung saya biasa saja ndak ada pakai masker, ndak yang sakit, tapi kita ribut dengan (ikan) teri, kelor, beras, sampai sekarang tiba-tiba DPR bagi sembako,” ungkapnya heran.

Najam pun berharap semua pihak jujur dalam bekerja. Baik itu eksekutif, legislatif, dan NGO. Termasuk dalam mengelola isu Korona yang menurut Najam gembar-gembornya tak sedahsyat fakta di lapangan. “Sama-sama bekerja jujur demi kebaikan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB H Mori Hanafi meminta semua pihak melihat jernih hadirnya program JPS Dewan. Program ini dianggap sangat membantu masyarakat yang tidak mendapat bantuan dari program pemerintah yang lain. “Bahwa dalam penyaluran JPS DPRD kami dibantu oleh Polda, Kejaksaan, dan Korem,” katanya.

Terkait adanya dewan yang menolak, Mori mengatakan belum bisa memberi tanggapan. “Saya belum mendapat penolakan secara resmi dari beliau,” katanya.

Mori mengatakan sebenarnya program JPS Dewan merupakan hasil rapat pimpinan dewan. “Dan suara bulat tanpa ada penolakan dari fraksi-fraksi yang ikut rapat,” terangnya.

Ruang pendapat pribadi anggota dewan akan dikembalikan ke fraksi partai masing-masing anggota. “Kita lihat saja dulu baru kami sebagai pimpinan bisa bersikap,” ujarnya.

Dari laporan yang diterima, masih ada 10 anggota dewan yang belum menerima JPS Dewan. “Sampai siang tadi (kemarin, Red) masih 10 orang yang belum terima karena masih proses distribusi,” jelasnya. (zad/r2)

 

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks