alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Mataram Butuh Figur Berkualitas

MATARAM-Ragam ekspektasi muncul jelang pemilu 2020. Terutama hadirnya pemimpin yang dicita-citakan. Lebih dari sekadar euforia pesta demokrasi dan mengangkat pemimpin untuk lima tahun ke depan. Tapi kehadirannya, benar-benar membawa perubahan bagi daerah ke arah lebih baik.

Narasi tentang pemimpin milenial, misalnya. Salah satu bentuk cita-cita yang hadir di tengah masyarakat, hadirnya pemimpin yang memahami kebutuhan masa kini.

Sehingga, program pembangunan lebih dari sekadar agenda normatif. Tapi tepat sesuai harapan dan perekembangan peradaban masa kini.

“Kalau saya melihat kita butuh pemimpin kharismatik,” kata Dr Lalu Wira Pria Suhartana akademisi Fakultas Hukum, Universitas Mataram.

Pria yang aktif mengamati dinamika pemerintahan dan politik daerah ini menangkap harapan tinggi masyarakat. Hadirnya pemimpin yang lebih dari sekadar punya otoritas legal.

“Tapi ia harus mampu memahami dinamika saat ini,” catatnya.

Cita-cita masyarakat juga hadirnya pemimpin yang kaya ide. Kaya solusi. Kaya kebijakan. Jangan sampai jadi pemimpin yang hanya jadi sombol. Tetapi segala kebijakannya tidak lebih dari kebijakan pesanan para sponsor dibelakangnya.

“Kita perlu bangkitkan kepercayaan diri masyarakat dengan pemimpin seperti itu,” ulasnya.

Ia mencontohkan semisal di Kota Mataram. Daerah ini lanjut Wira secara potensi Sumber Daya Alam (SDM) paling minimalis dibanding daerah lain. Maka pemimpin yang hadir nanti seyogyanya mampu melihat peluang di tengah kekurangan daerah ini.

“Misalnya ia harus mampu merencanakan pola pengembangan wilayah yang tidak berbasis SDA, tapi menciptakan sarana yang berorientasi pengembangan sektor jasa,” kupasnya.

Tantangan yang dihadapi pemimpin sejatinya tak mudah. Tidak hanya sekadar mengelola tatanan kehidupan masyarakat. Pemimpin juga punya tantangan lebih besar yakni kapitalisme.

“Ini rentan mengintervensi intervensi kebijakan publik,” peringatnya.

Hanya pemimpin yang berkarakater, berkharisma, dan punya kekuatan politik saja yang mampu melakukan semua itu. Sementara, pemimpin simbol atau boneka yang mudah distir sesuai kepentingan pemodal, hanya akan membuat sebuah daerah menjadi rimba persaingan ekonomi yang buas.

“Sementara pemimpin harus bisa menjaga harmonisasi heterogenitas sosial dengan menghindari etnosentrisme,” tekannya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks