alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

MATARAM-Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).

Hasil surveinya seperti yang terlihat dalam grafis. Hasil ini dibenarkan anggota Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS NTB Sambirang Ahmadi. “Iya benar (begitu hasil surveinya),” katanya.

Dari hasil survei OMI tidak ada bapaslon dominan dan kantongi survei di atas 30 persen. Semua ada di bawah 20 persen. Bahkan Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri yang disimulasikan berpasangan dengan Sekda Loteng H Nursiah nyaris perolehannya di bawah satu digit.

Figur PKS HL Suryade yang disimulasikan berpasangan dengan Habib Ziadi ada di urutan nomor empat dengan elektabilitas 8,7 persen. “Tapi kita melihat ini masih cukup bagus,” imbuhnya.

Saat ini PKS tengah memberi kesempatan pada tiga bapaslon, berlomba-lomba memenuhi syarat mendapatkan SK PKS. Kesempatan lebih terbuka ke tiga bapaslon itu karena telah mengikuti tahapan penjaringan dari awal. “Ada Suryade-Habib, Dwi-Normal, dan Masrun-Aksar,” ungkapnya.

Ketiga bapaslon diminta lebih gendar melakukan sosialisasi. Selain itu syarat utama merebut SK PKS harus membangun partai koalisi. Ketiga bapaslon diberi batas waktu menyelesaikan tugas itu. “Bila sampai batas waktu tidak bisa dipenuhi ya terbuka opsi lain,” jelasnya.

Opsi yang dimaksud yakni kemungkinan PKS mengusung atau mencari figur di luar tiga bapaslon itu. Disinggung kesempatan munculnya nama baru Lale Prayatni diusung PKS, Sambirang menegaskan semua kemungkinan terbuka. “Kami juga harus survei nama baru yang muncul (Lale, Red),” ulasnya.

Sambirang mengatakan peta politik di Loteng, memperlihatkan semua bapaslon punya kesempatan sama. “Sama-sama bisa menang dan mungkin kalah,” ujarnya.

Karena itu PKS lebih hati-hati sebelum menerbitkan SK. Termasuk tidak buru-buru latah keluarkan SK untuk kader yang akan bertarung di sana. “Tetapi memang secara internal memperioritaskan kader,” ulasnya.

Politik Loteng yang masih sangat elastis membuat peta dukungan diprediksi masih lama mengkristal. Bahkan seperti yang disampaikan Sambirang, andai tugas-tugas yang diberikan PKS gagal dipenuhi tiga bapaslon termasuk kader, maka peluang berubah masih sangat terbuka. “Bisa saja terjadi perubahan,” tegasnya.

Sementara itu, Bapaslon Suryade-Habib diketahui tengah mengincar koalisi PKS-PBB. PBB sempat terlihat memberi angin segar ke pasangan ini.

Namun belakangan kesempatan itu terlihat menciut menyusul tampilnya kader PBB HL Arif Rahman. PBB yang tengah getol dorong kader tampil, memberi kesempatan luas bagi kader mendapatkan SK partai. “Kader yang berani tampil jadi perioritas dan ini sudah disampaikan langsung pak Ketum,” kata Ketua DPW PBB NTB H Junaidi Arif.

Arif Rahman diketahui akan dampingi HL Gede Sakti. Dalam survei OMI (lihat grafis, Red) pasangan Gede Sakti-Arif bahkan ada di posisi ke tiga di atas Suryade-Habib.

Hal ini membuat kesempatan Sakti-Arif lebih terbuka di dukung PKS. Mengingat Arif juga pernah mengikuti tahapan pendaftaran di PKS.

Bapaslon ini sebelumnya mengincar dukungan empat parpol. Antara lain PBB, PKS, Hanura, dan Berkarya. Namun belakangan, Berkarya diketahui sudah dikunci Pathul-Nursiah.

PBB masih harus mencermati lebih dalam dinamika politik di Loteng. Terutama peluang-peluang membangun koalisi mengingat tidak ada satu partaipun yang dapat mengusung Calon Kepala Daerah (Cakada) sendiri.

Semua partai harus membangun mitra koalisi. “Masih kita lihat perkembangan lebih lanjut,” pungkasnya. (zad/r2)

 

Hasil survei elektabilitas bapaslon oleh PKS bekerja sama OMI di Lombok Tengah

Bapaslon                                                        Elektabilitas (%)

HL Pathul Bahri-H Nursiah                                             13,9

Dwi Sugianto-HL Normal Suzana                                    10,6

HL Gede Sakti-HL Arif Rahman                                        8,8

HL Suryade-H Habib Ziadi                                               8,7

H Masrun-HL Aksar Ansori                                              7,1

HL Saswadi-H Dahrun                                                    3,1

H Ahmad Ziadi-L Aswatara                                             3

HL Muhammad Amin-TGH Lalu Farhan RM                        1,8

———————————————————-

Tidak Menjawab/Tidak Tahu/lain-lain                               43

 

*) Sumber: Internal PKS

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks