alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

MATARAM-Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya.

”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Kata dia, kunci utama pembangunan adalah perencanaan. Perencanaan menjadi pedoman pemda sehingga pembangunan menjadi terarah. ”Di samping itu kita harus pastikan rencana-rencana itu terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Pelaksanaan pembangunan pun harus diawasi agar belanja pembangunan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ”Jangan sampai APBD bunyi A, pelaksanaan jadi B, dan di lapangan menjadi C, yang seperti ini merugikan masyarakat,” ujar istri sekda NTB itu.

Pengelolaan APBD, kata Prayatni, juga harus tepat sasaran. Anggaran dikelola dan dibelanjakan sesuai kebutuhan masyarakat. Tapi ia prihatin kerap kali hal itu tidak sinkron.

”Karena itu saya terpanggil memperbaiki ini ke Lombok Tengah,” katanya.

Selama meniti karir birokrasi, alumni Fakultas Peternakan Universitas Mataram ini mengaku tidak pernah berhenti belajar. Ia tidak berpuas diri dengan tugas pokok dan fungsinya. ”Saya selalu belajar dan memberi solusi-solusi. Sehingga teman-teman di dinas tidak mau ditinggal,” ujarnya.

Karena kegigihan belajar, banyak stafnya datang konsultasi ke dirinya untuk memecahkan masalah. ”Saya sarjana peternakan, tapi bisa juga mengelola keuangan,” ujar perempuan yang akrab disapa Lela Sileng ini.

Salah satu ilmu yang dikuasai adalah ilmu perencanaan. Sejak menjadi kepala sub bagian administrasi pembangunan, dia sudah terlibat dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Lombok Barat. ”Berhadapan dengan DPRD saya sudah biasa dari dulu, membahas anggaran dan perencanaan pembangunan,” katanya.

Ia bahkan mendapatkan sertifikat pengadaan barang dan jasa. Di Lombok Barat, ia  sudah lama terlibat dalam perencanaan pembangunan hingga pengadaan barang dan jasa.

Dengan pengalaman itu, Lale Sileng sangat hafal seluk beluk pengadaan barang jasa, hingga titik-titik rawan potensi penyimpangan. ”Saya punya ilmu untuk itu, sehingga kalau ada yang main-main saya pasti tahu,” katanya.

Ilmu pengelolaan keuangan dan aset daerah, jangan ditanya. Lale Sileng sudah sangat paham. ”Itu akan menjadi bekal saya untuk bagaimana ke depan membangun Lombok Tengah,” katanya. (ili/r6)

 

Karir Birokrasi Hj Lale Prayatni

 

TAHUN 2001

Kasubag Evaluasi dan Pelaporan, Bagian Administrasi Pembangunan, Pemkab Lobar

TAHUN 2006

Kasubdin Perencanaan dan Program, Dinas Koperasi Lombok Barat

TAHUN 2008

Kabid Rehabilitasi dan Pelayanan Kesejahteraan, Dinas Sosial Lombok Barat

TAHUN 2009

Kabag Administrasi Pembangunan Pemkab Lobar

TAHUN 2014

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Barat

TAHUN 2016

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Lombok Barat

TAHUN 2017

Kepala Badan Pendapatan Daerah Lombok Barat

TAHUN 2018

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lombok Barat

 

Sumber: Diolah

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks