alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

HM Taufik Tawarkan Kenyamanan untuk Mohan

Sekda Lobar HM Taufik berniat loncat ke politik. Mewarisi gen politisi dari ayahnya ia memaparkan kesiapannya dipinang Kandidat Calon Wali Kota H Mohan Roliskana. Berikut wawancara singkat Lombok Post dengan salah satu putra politisi Golkar NTB almarhum HM Djuwayni ini.

Gerakan politik Anda belum terlihat sama sekali?

“Saya bentuk Semeton Taufik, grup Mantul 2020, Taufik Suporting Team (TST),  bahkan mereka sudah menggaungkan saya harus berpasangan dengan Mohan.  Begitu euforia pendukung ingin mengawinkan saya dengan Pak Mohan, kalau dibilang belum ada atau terlihat tenang-tenang saja nggak tepat,”

Kenapa harus dengan Mohan?

“Ini realitas politik. Hasil survei saat ini menempatkan Pak Mohan dibanding calon lain paling tinggi. Saya melihat yang serius maju itu baru tiga nama. Selain pak Mohan ada Bu Selly dan Pak Makmur.  Jadi setelah saya pertimbangkan itu saya memilih nomor dua. Antar tim sudah bicara. Hasilnya baru akan ketahuan Desember ini (berpasangan atau tidak)”

Bagaimana bila Mohan tidak memilih Anda?

“Ya tidak masalah. Santai saja. Masa saya mau memaksa orang harus mau sama saya,”

Apa Anda tetap mendukung Mohan?

“Ya tidak mungkin saya memaksa pendukung saya. Bila saya tidak ada di sana. Apa alasan saya meminta mereka mendukung, bila secara politis tidak menguntungkan?  Kalau sekadar mau jadi calon tapi potensi menang tidak ada buat apa? Jadi realistis saja,”

Anda belum terlihat dekati satu partaipun?

“Minggu depan ini saya daftar. Di empat partai  Demokrat, PPP, PAN dan Hanura. Visi-misi telah saya siapkan.

 Mengapa tidak jadi calon wali kota saja?

“Saya harus akui Pak Mohan, Bu Selly, dan Pak Makmur lebih terkenal dari saya. Kalau ada yang bilang saya lebih terkenal, ah… nggak. Mereka lebih terkenal. Jadi realistis saja, posisi pendampinglah yang tepat buat saya saat ini.

Posisi dua kerap diberikan bagi yang kuat finansial, Anda bagaimana?

“Saya tidak melihat seperti itu. Saya menawarkan kenyamanan untuk Pak Mohan. Usia saya 60 tahun, sehingga saat mendampingi Mohan kami bisa tetap rukun hingga lima tahun 2024. Tidak mungkin saya melakukan manuver politik. Beda bila calon dia lebih muda atau punya keinginan politik tersembunyi. I

Bukankah Anda masih ASN, mengapa berpolitik?

Saya ini kan sudah pensiun (per) 1 Januari. Injury time saya akan diganti Pak Bupati (Lobar). Pengganti saya sudah ada. Tinggal nyari hari H untuk diumumkan dan dilantik. Sedangkan SK pensiun sudah saya pegang. Lagipula saya belum mendaftar. Saya langgar etika di mana?

Apa Modal Anda terjun di politik?

“Trah saya politik. Orang tua saya HM Juwayni 20 tahun jadi anggota DPRD. 10 tahun di DPRD NTB dan 10 tahun di DPRD Lombok Timur. Sebelum ASN dilarang berpolitik saya pernah dikader di ormas Golkar MKGR pernah pula jadi sekretaris di PAN. (satu lagi modal saya) nasehat orang ayah saya yang selalu saya patuhi. Hidup nggak boleh nyakiti orang, harus berbaik sangka, jangan putus hubungan dengan sahabat bapak, Pak Azhar (HL Azhar), Pak Muji (HL Mudjitahid), kalau diundang dateng, jangan sampai nggak,” (zad/r2/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks