alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Gugatan Jarot-Mokhlis Mental di Bawaslu NTB

MATARAM-Gugatan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 5 H Syarafuddin Jarot-H Mokhlis mental di Bawaslu NTB. Majelis menilai mereka gagal membuktikan adanya pelanggaran Administrasi Bersifat Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) yang dilakukan Paslon nomor urut 4 H Mahmud Abdullah-Dewi Noviany.

“Memutuskan menyatakan terlapor (Mo-Novi, Red) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih dan atau penyelenggara secara TSM,” kata Majelis Persidangan Muhammad Khuwailid, Senin (11/1).

Menanggapi putusan Bawaslu NTB itu, Surya Wicaksono, tim Kuasa Hukum H Syarafuddin Jarot-H Mokhlis menilai keputusan Bawaslu NTB, tidak koperehensif. “Kurang lengkap,” katanya, usai persidangan.

Majelis dinilai mengabaikan data dan keterangan saksi yang dihadirkan dalam persidangan. “Lebih (condong) pada keterangan Bawaslu Sumbawa,” ujarnya.

Terkait langkah hukum selanjutnya, Surya mengatakan belum bisa menyimpulkan. Apakah akan menempuh upaya permohonan koreksi putusan atau banding ke Bawaslu RI atau tidak. “Belum, kami masih perlu membaca dan mengkaji salinan putusan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kuasa Hukum Mo-Novi, Kusnaini mensyukuri hasil yang diputuskan Bawaslu. “Alhamdulillah kami sampaikan karena tidak ada satupun dalil dari pelapor bisa dibuktikan,” katanya.

Hal ini menandai segala tuduhan pelapor tentang keterlibatan Gubernur NTB, Pjs Bupati Sumbawa, ASN, tidak terbukti. “Dalil dan bukti di 14 kecamatan tidak ada satupun yang terbukti,” pungkasnya.

Terkait langkah hukum yang mungkin akan ditempuh pihak Jarot-Mokhlis, Kusaini pada prinsipnya mengatakan pihaknya siap menghadapi. “ya kami hormati, kalau mau banding pada prinsipnya kami siap,” pungkasnya. (zad/r2)

 

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks