alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Tak Lagi Jadi Sekretaris PKB NTB, Akhdiansyah: Itu Biasa di Politik

MATARAM-Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB NTB telah digelar Sabtu-Minggu (9-10/1). Hasilnya ada pergantian di posisi sekretaris wilayah (Sekwil) yang sebelumnya dijabat Akhdiansyah, kini diganti H Makmun.

Pergantian ini memantik spekulasi sebagai upaya menyingkirkan Akhdiansyah yang sudah lama bergema. Dikonfirmasi terkait hal itu, Akhdiansyah enggan menanggapi.

Dia hanya menganggap pergantian posisi dalam struktural partai sebagai hal biasa. “Itu biasa di dunia politik,” katanya, Senin (11/1).

Jauh hari sebelum muswil, friksi pergantian Akhdiansyah sempat bergema. Kasak-kusuknya ketua DPW PKB H Lalu Hadrian Irfani disebut tidak seirama lagi dengan Akhdiansyah.

Isu kemudian tak terdengar, seiring kedua belah pihak enggan menyampaikan pernyataan media. Tetapi rupanya tak menandai friksi usai.

Akhdiansyah dalam Muswil kemarin benar-benar digeser. “Kita dilatih dan diajarkan bisa di mana saja dan siap di mana saja,” imbuhnya.

Pergantian dirinya diterima legawa anggota DPRD NTB itu. Akhdiansyah bahkan mengatakan telah mendengar kabar baru penempatan dirinya. “Oleh tim formatur dan DPP saya dikabarkan di posisi wakil ketua DPW PKB NTB,” ulasnya.

Pergeserannya dari posisi sekretaris tidak dianggap sebagai persoalan besar. Justru Akhdiansyah meyakini di posisi baru dapat menunjukkan kinerja yang lebih konkret bagi partai. “Saya akan berterima kasih dengan menunjukkan kerja keras membesarkan PKB dengan posisi baru di DPW PKB NTB,” ujarnya.

Ditegaskan lagi apakah dia merasa disingkirkan dari posisi Sekwil? “Kadang di atas, bisa di bawah dan lumrah, di manapun itu,” katanya.

Pada prinsipnya sebagai kader partai yang loyal, Akhdiansyah tidak mempersoalkan pergantian posisi dirinya. “Dan ini yang disebut sami’na wa atho’na,” pungkasnya.

Sebelumnya, ketua DPW PKB NTB H Lalu Hadrian Irfani yang terpilih lagi menjadi ketua mengatakan jika kepengurusan saat ini mengakomodir semua golongan. “PKB sebagai partai modern mengikuti dinamika dan pertumbuhan zaman, maka tentu mengakomodir seluruh elemen organisasi keislaman dengan NU sebagai ibu biologisnya,” tegasnya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks