alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

HBK : Sembalun Sangat Potensial Untuk Ashitaba

SELONG-Kawasan Sembalun di Lombok Timur kerap dikatakan surganya hortikultura Lombok. Aneka jenis sayur dan buah tumbuh subur di sana.

Belakangan, Ashitaba (Angelica Keiskei Koidzumi) tanaman khas Jepang yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, juga mulai dikembangkan. Sayangnya, meski bisa tumbuh lebih subur dibanding di negara asalnya, Ashitaba Sembalun masih terbentur sistem pengolahan dan pemasaran yang belum maksimal.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Gerindra, H Bambang Kristiono yang akrab disapa HBK menilai persoalan yang ada perlu dibenahi. ”Pohon Ashitaba di kawasan Sembalun ini, dari sisi pertumbuhan lebih cepat dari negara asalnya. Jika di Jepang Ashitaba yang dikembangkan melalui Teknologi Green House baru bisa dipanen tujuh bulan semenjak pembibitan, di Sembalun bisa dipanen pada usia 3-4 bulan,” ucapnya takjub, saat berkunjung ke lokasi penanaman pohon Ashitaba milik Haji Aidir, di Dusun Pesanggrahan, Kamis (7/2).

Ashitaba dikenal sebagai tanaman obat yang memiliki beragam fungsi. Baik daun, getah, dan akarnya yang bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. ”Perlindungan terhadap hasil produksi dan pemasarannya masih lemah, harus diperbaiki,” tegasnya.

Produksi Ashitaba Sembalun telah jatuh kepada segelintir tengkulak. Petani Sembalun tidak memiliki akses jaringan pasar yang langsung kepada pengguna.

Sebagai langkah nyata, HBK berjanji mendatangkan rekan bisnisnya dari Taiwan yang bergerak di bidang produk Ginseng. ”Sembalun itu ibarat taman sari hortikultura di Pulau Lombok, yang bisa ditanami apa saja karena tanahnya yang begitu subur juga pemandangan alamnya yang sangat indah,” ujarnya.

Dia percaya Ashitaba Sembalun akan memberi dampak ekonomi luar biasa jika bisa berhasil menembus pasar ekspor.

Terpisah, Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Sembalun, H Egi memaparkan, sejarah  awal mula tanaman Ashitaba bermula 1996/1997 lalu, kala dibawa wisatawan Jepang. Karena pertumbuhannya yang cepat, warga Sembalun berbondong-bondong menanam di pekarangan rumah ataupun kebunnya. ”Saat itu booming,” katanya.

Hanya saja, karena over produksi dan sistem pemasaran yang tidak maksimal, petani banyak yang mengalami kerugian.

Kini Ashitaba masih ditanam oleh para petani Sembalun, sebab usia Ashitaba yang bisa mencapai 15 tahunan.

Harga getah Ashitaba bisa tembus Rp 700 ribu perkilogramnya. Produksi setiap hektare bisa menghasilkan 10 ton daun Ashitaba basah. Nantinya itu menjadi satu ton Ashitaba kering. ”Harga daun kering perkwintalnya Rp 500 ribu,” sambungnya.

Namun, karena pasar yang sangat terbatas, sehingga tidak semua terserap. H Aidir, petani setempat menambahkan, saat ini hampir seluruh warga Sembalun menanam Ashitaba. Kendala yang ada membuat potensi tanaman itu sia-sia. ”Kebanyakan warga Sembalun hanya untuk konsumsi sendiri,” katanya.

Sejumlah manfaat Ashitaba yang diyakini khasiatnya antara lain untuk menyehatkan rambut, mencegah kanker, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu juga bagus sebagai antioksidan alami yang kuat, menyehatkan mata, memperbaiki fungsi hati dan ginjal, menurunkan

kolesterol, dan baik untuk program diet. (yuk/r4/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks