alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Nanang Samodra Bicara Manfaat Internet

MATARAM-Anggota DPR RI asal NTB H Nanang Samodra mengingatkan, serbuan smartphone telah menandai masuknya era gelombang ketiga internet. Gelombang internet pertama dimulai 1995 ketika Microsoft, IBM, AOL dan Apple membangun fondasi budaya menggunakan internet. Kemudian google, facebook dan twitter mewarnai gelombang kedua pada penghujung abad 20 dan awal abad 21. ”Saat ini gelombang ketiga ditandai dengan hadirnya smartphone, IOS, dan Android, serta Internet Of Things telah merubah drastis  kebudayaan manusia,” ujar politisi Demokrat itu.

Perubahan juga terjadi dalam berekonomi. Kewirausahaan kini, juga bagaimana menggabungkan bisnis dengan pengembangan komunitas dan filantropi yang sering disebut sebagai Sociopreneur. ”Generasi Milenial dapat menjadi motor dari model bisnis kekinian itu,” kata mantan Sekda NTB tersebut.

Model bisnis pasca resesi ekonomi 2008, telah melahirkan model inovasi dan sharing economy dari titik-titik lokasi yang terdistribusi. ”Untuk sukses saat ini, bisa saja tinggal di desa yang hanya dilengkapi dengan highspeed internet,” imbuhnya.

Orang bisa berkarya di mana saja. Dengan highspeed internet, masyarakat dapat bersinergi untuk menciptakan dampak positif. Termasuk berbagai model bisnis baru dengan gabungan Internet Of Thinks (IOT). ”Menurut saya, selain sesuai dengan perkembangan zaman sociopreneur ini sangat cocok diterapkan dalam ekosistem ekonomi Indonesia, dalam upaya mengentaskan kemiskinan,” prediksinya.

Salah satunya melalui peningkatan kualitas program KUBE (Kelompok Usaha bersama)  yaitu pemberdayaan masyarakat kurang mampu dengan pemberian modal usaha. ”KUBE dapat digunakan untuk membiayai usaha jasa pariwisata, budidaya perikanan, peternakan, pertanian atau perkebunan, industri rumah tangga dan perdagangan,” imbuhnya.

Internet akan memepermudah komunitas Unit Ekonomi Produktif (UEP) di desa yang bersifat mikro untuk terhubung dengan supplier/pebisnis skala besar. Termasuk terkoneksi dengan pasar yang lebih luas. ”Internet juga dapat mempermudah komunitas penerima KUBE untuk meningatkan kualitas produksi, mendapat ide bisnis baru, tips improvement, serta meningkatkan kapasitas bisnis,” tegasnya. (yuk/r4/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Desa Rhee Loka Sumbawa, Desa dengan Ketahanan Pangan yang Top

DESA Rhee Loka, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu desa yang ikut dalam lomba Kampung Sehat. Dianugerahi alam yang subur serta air yang mengalir tiada henti, desa ini pun menjadi desa dengan ketahanan pangan yang luar biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks