alexametrics
Sabtu, 24 Oktober 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020

Logistik Sukisman Paling Besar

MATARAM-Dana kampanye para calon anggota DPD RI akhirnya bisa diketahui publik. Dari Laporan Dana Penerimaan dan Pengeluran Dana Kampanye (LPPDK) yang diserahkan ke KPU, semua calon DPD RI mengeluarkan dana kampanye di bawah Rp 1 miliar.

Calon DPD RI dengan penerimaan dana kampanye terbesar yakni H Achmad Sukisman Azmy. Dengan saldo awal Laporan Awal Dana Kampanye (LPDK) Rp 5 juta. Total, penerimaan dana kampanye Sukisman melejit menjadi Rp 901 juta.

“Ini laporan dana kampanye setelah diperiksa oleh KAP,” kata Yan Marli, Komisioner KPU NTB, Divisi Hukum dan Pengawasan.

 Total calon DPD RI dapil Lombok sebanyak 31 calon. Hampir semua menyerahkan laporan LPPDK. Kecuali, empat calon DPD RI yang enggan menyerahkan sampai batas akhir yang ditentukan.

Empat calon DPD RI yang enggan menyerahkan LPPDK pada KPU antara lain: Haifa Akbar, Kurniawan Armin, H Mudahan Hazdie, Rima Nopiyanti, dan Yasrin Falahi Haekal. Keempat calon ini hanya pernah melaporkan LADK. Sedangkan LPPDK, mereka tak ada yang diserahkan ke publik.

“Kalau tidak menyerahkan ya tidak diusulkan untuk di tetapkan sebagai calon terpilih,” terang Yan.

Namun jika melihat perolehan suara keempat calon yang tidak menyerahkan itu, tak ada satupun diantara mereka yang masuk dalam empat calon dengan perolehan suara tertinggi berdasarkan hasil pleno KPU NTB. Dengan kata lain, konsekensi tidak menyerahkan LPPDK, tidak berpengaruh pada empat nama tersebut.

Selain ada sepuluh nama, calon DPD RI dengan dana kampanye terbesar, ada juga calon DPD RI dengan budget terkecil yang dilaporkan. Masih dari data KPU, calon tersebut adalah Ely Solihin dengan laporan dana kampanye Rp 500 ribu.

“Mungkin ada yang tidak percaya dengan dana kampanye kami, tapi memang itu dana yang kami keluarkan,” kata Evi Apita Maya, Calon DPD RI terpilih.

Peraih suara terbanyak beradasarkan hasil pleno KPU NTB ini mengatakan, bisa meraih dukungan terbesar tidak lepas dari giatnya tim dan dirinya turun ke lapangan. Bahkan, Evi mengaku dalam beberapa kali kesematan kampanye di tengah masyarakat, bukan dirinya yang menyediakan logistik.

“Warga yang secara sukarela bantu kami,” sebut Evi.

Karenannya, kunjungan yang memakan tempat empat sampai lima lokasi, disebutnya irit logistik. Karena dukungan masyarakat luas yang luar biasa bagi dirinya. Ia mengatakan, seberapa besarpun dana kampanye, tidak akan pernah cukup. Jika hanya diniatkan untuk membeli suara rakyat.

“Kami tidak mau melakukan itu, karena itu kami kedepankan pembelajaran politik,” tegasnya.

Di kesempatan berbeda, calon DPD RI Baiq Diyah Ratu Ganefi memilih ogah mengunkit-ungkit dana kampanye. Ia mengatakan, apa yang telah ia berikan pada masyarakat telah diniatkan untuk ibadah.

“Saya tidak mau bahas itu loh ya,” kata Diyah.

Diyah mengatakan dirinya telah berusaha dan bekerja sebaik-baiknya. Memberikan tenaga dan pikiran mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB. Termasuk sangat getol membangkitkan semangat warga NTB saat terjadi gempa bumi tahun 2018 lalu.

“Hasilnya tentu kita pasrahkan,” tandasnya.

Dari 31 calon DPD RI dana LADK terbesar dikantongi HM Ali A Arahim dengan dana Kampanye awal sebelum menerima sumbangan Rp 250 juta. Di bawahnya ada Baiq Diyah Ratu Ganefi dengan budget awal Rp 55 juta. Lalu yang ketiga ada Prof Farouk Muhammad Rp 50 juta.

Sedangkan calon DPD RI yang menyisakan saldo terbesar setelah mengeluarkan berbagai macam dana kampanye yakni H Sunardi Ayub sebesar Rp 30,500 juta. Lalu ada Marinah Hardi menyisakan Rp 28,279 juta.

Moh Kisman Pangeran menyisakan dana kampanye Rp 18,960 juta. HM Ali A Arahim tersisa Rp 15,831 juta. Selebinya, calon-calon lain menyisakan dana kampanye di bawah Rp 5 juta. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Produksi Meningkat, Perajin Perak Terima Bantuan Hibah Mesin Giling

Ketua Tim  Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Adi Sayoga secara simbolis telah menyerahkan bantuan mesin giling perak kepada JEN' s

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks