alexametrics
Rabu, 25 November 2020
Rabu, 25 November 2020

2.407 WNI Dipulangkan dari Detensi Imigrasi Malaysia

JAKARTA-Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus berupaya mempercepat kepulangan WNI yang berada di detensi imigrasi Malaysia. Mereka ditahan lantaran melanggar aturan imigrasi di negeri Jiran tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, sejak Juni 2020, kerja sama percepatan pemulangan melalui jalur udara dengan Malaysia telah dilaksanakan sebanyak 5 kali. Terakhir, pada 7 November 2020, sebanyak 501 WNI dipulangkan dari detensi Imigrasi di Malaysia menuju Jakarta, Surabaya dan Medan melalui jalur udara.

“Total WNI yang berhasil dipulangkan sejak Juni 2020 hingga saat ini sebanyak 2.407 orang,” ujar Retno dalam press briefing, Selasa (10/11).

Retno mengungkapkan, sebagai bentuk kehati-hatian, seluruh WNI yang dipulangkan tersebut telah dilakukan tes PCR sebelum keberangkatan ke Indonesia. Hasilnya, seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19. Retno berharap, kerja sama dengan Malaysia ini bukan saja dapat mempercepat kepulangan WNI, namun juga mengurangi risiko mereka terpapar Covid-19 di dalam detensi. “Pemerintah Indonesia berterima kasih atas kerjasama Pemerintah dan Otoritas Malaysia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Retno turut menyampaikan kepulangan 157 ABK WNI, termasuk dua jenazah, dari kapal ikan Tiongkok. Seluruhnya dipulangkan menggunakan jalur laut pada 7 November 2020 melalui Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara.

Para ABK tersebut, kata dia, bekerja di 12 kapal ikan RRT dan kemudian diantar ke Indonesia menggunakan dua kapal. yaitu Long Xin 601 dan Long Xin 610. “Pemulangan langsung menggunakan jalur laut ini merupakan yang pertama kali dilakukan antara Indonesia dan RRT,” jelasnya.

Selain itu, melalui jalur udara, 13 ABK WNI yang stranded di Senegal juga berhasil dipulangkan pada Selasa (10/11). Retno mengatakan, pemulangan dari Senegal ini merupakan tahap terakhir dari proses pemulangan yang telah dimulai pada tanggal 27 Oktober dan 3 November 2020 yang lalu. Di mana, masing-masing pemulangan telah berhasil menerbangak 33 dan 42 ABK WNI. “Sehingga seluruh 88 ABK WNI yang stranded di Senegal telah berhasil dipulangkan semuanya,” paparnya.

Selain komunikasi intens antar menlu, upaya pemulangan ini juga tidak lepas dari diplomasi KBRI Dakar dengan Pemerintah Senegal di tengah pandemi. Sehingga para ABK diijinkan untuk turun kapal dan selanjutnya pulang ke Indonesia melalui jalur udara.

Pasca berbagai tahap pemulangan tersebut, Retni menegaskan bahwa pendalaman kasus yang menimpa ABK di kapal tiongkok akan terus dilakukan. termasuk pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan. “Penegakan hukum akan terus didorong melalui kerja sama mutual legal assistance antara Indonesia dan RRT,” tegas Retno.

Di sisi lain, Retno turut menyampaikan terkait pemulangan Jamaah Tabligh (JT) dari India. Di tanggal yang sama, 7 November 2020, 36 Jamaah Tabligh berhasil dipulangkan dari India. Seluruhnya telah menjalani tes PCR sebelum kepulangan dan dinyatakan negatif Covid-19.

Dengan kepulangan ini, total telah dipulangkan 669 JT dari India. Tersisa 82 JT dari jumlah awal 752 JT. (JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19. Hal ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.

XL Axiata Raih Dua Penghargaan Internasional

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali berhasil mendapatkan penghargaan tingkat internasional.

Dewan Mataram Minta Pembagian Bantuan JPS Usai Pilkada

-Sejumlah anggota dewan meradang. Bukan karena tak setuju dengan bantuan JPS tahap enam. Tapi, mereka khawatir JPS ini ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang.

Vividerm Sunblock Buatan Lombok yang Berhasil Go International

Sunblock atau pelindung kulit yang diproduksi Iwin Insani diklaim ramah lingkungan. Tidak memakai bahan kimia dan tidak merusak terumbu karang.

HARUM Tata Pesisir Mataram, Dorong Potensi Kelautan dan Pariwisata

Potensi besar dalam sektor kelautan di Mataram berbanding lurus dengan tantangan yang dihadapi. Keberadaan nelayan dari muara Meninting di Utara hingga  pesisir Mapak di selatan menyisakan sejumlah  persoalan yang membutuhkan solusi komprehensip. Terutama menyangkut kesejahteraan nelayan dan penataan kawasan.

Kasus Dana Desa Sesait, Jaksa Temukan Indikasi Kerugian Lain

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menemukan indikasi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara (KLU). ”Kita ada temukan indikasi kerugian negara selain dari hasil temuan Inspektorat (KLU),” kata Kajari Mataram Yusuf, kemarin (22/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.
00:06:43

VIDEO : Polisi Bongkar Pabrik Sabu di Pringgasela Lotim

Peredaran gelap narkoba di Provinsi NTB benar-benar mengkhawatirkan. Pera pelakunya menggunakan beribu macam cara. Bahkan sudah ada yang memproduksi barang haram itu di daerah ini. Polisi sudah berhasil membongkarnya.

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Otak Pabrik Sabu Lotim Buronan Interpol, Kabur dari Brunei-Malaysia

Terbongkarnya pabrik sabu sekala rumahan di Pringgasela, Lombok Timur (Lotim) menyeret nama MY alias Jenderal Yusuf. Nyatanya Yusuf bukan penjahat “kaleng-kaleng”. Dia kini mendekam di Lapas Mataram pernah berurusan dengan Interpol.
Enable Notifications    OK No thanks