alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Maju di Pilbup KLU, Gerindra Ancam Pecat Sarifudin

MATARAM-Gelagat H Sarifudin tetap maju di Pilbup Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai dianggap merundung soliditas partai. “Bisa ada sanksi dari teguran, peringatan, hingga pemecatan,”  kata Ketua DPD Partai Gerindra NTB H Ridwan Hidayat.

Sikap partai dari DPC dan DPD solid mengusung H Djohan Sjamsu-Danny Carter Febrianto.  Saat ini tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari DPP.

Bila SK keluar dan Sarif tetap maju menggunakan kendaraan politik lain akan ada tindakan tegas. “Ya dia mau bertarung untuk partai atau dirinya sendiri?” cetusnya.

Ada yang menyamakan langkah Gerindra pada Sarif di KLU, serupa dengan PDIP pada HM Husni Djibril di Sumbawa. Asumsi ini pun ditanggapi dingin Ridwan. “Gerindra partai terbuka, konsekwensinya bisa mengusung non kader dan kader,” ulasnya.

Hasil evaluasi Tim Desk Pilkada Partai Gerindra NTB, popularitas dan elektabilitas Djohan-Danny dinilai lebih tinggi daripada Sarif yang memilih berpasangan dengan Muhammad Sukri.

Bahkan saat membandingkan figur, Danny dianggap punya popularitas yang menandingi Sarif. “Itu kan pendapat lain (yang menyebut Sarif lebih baik) tapi ada pula yang berpendapat Danny lebih baik, jadi relatif,” ulasnya.

Pada akhirnya semua harus bermuara pada keputusan politik. Termasuk harus ada sanksi pemecatan, bila ada kader yang tidak patuh pada keputusan partai. “Hidup ini sebuah pilihan,” tandasnya.

Sementara itu, Sarif belum mau memberi respon terkait langkah DPC Partai Gerindra KLU dan DPD Partai Gerindra NTB, lebih mendukung pasangan Djohan-Danny. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks