alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Cermatlah Memilih Caleg

MATARAM-Jelang pencoblosan Pemilu 2019, diperkiranakan banyak calon legislatif (caleg) yang mengandalkan serangan fajar. ”Jangan mau membeli kucing dalam karung karena dibayar,” ujar Amaq Mahmuddin warga Desa Taman Ayu, Lombok Barat kemarin.

”Ada (caleg) yang hibur kita selama kampanye, tapi kemudian meninggalkan kita dengan jalan yang gelap, sampah di mana-mana, kejahatan, hingga narkoba,” tambahnya. Ia menyampaikan, untuk mengetahui persoalan masyarakat, para caleg wajib menyambangi daerah pemilihannya secara langsung. Bukan dengan mengandalkan serangan fajar. Mewakili warga, ia meminta masyarakat memilih caleg  yang memiliki program jangka panjang. ”Pilih caleg yang punya program dan berpengalaman,” tegasnya.

Siti Aminah warga lainnya sepakat dengan hal itu. Dia tak mau menyesal selama lima tahun karena salah memilih wakil. ”Uang memang penting, bohong kalau kita tidak butuh uang. Tapi, jangan sampai membutakan mata kita memilih wakil rakyat yang hanya mau dipilih tapi tidak mau memperhatikan dapil setelah terpilih,” papar ibu tujuh anak itu.

Fajar Rahmadi perwakilan kaum disabilitas di NTB meminta wakil rakyat memperhatikan kelompoknya. Dia bersyukur masih ada yang memperhatikan nasib mereka dengan mensahkan Perda Disabilitas NTB.

Terkait itu, Anggota Komisi V DPRD NTB HL Pattimura Farhan menuturkan, ia tak pernah melewatkan berbagai kesempatan untuk mengunjungi daerah-daerah yang telah mengantarnya menduduki kursi DPRD. Dengan bertatap muka di daerah pemilihan, menurutnya, kepentingan masyarakat akan diketahui. Dengannya bisa dibantu dicarikan solusi. ”Selama hampir lima tahun saya tidak pernah melewatkan jadwal reses, kunjungan kerja, maupun sosialisasi lainnya. Momentum itu saya manfaatkan untuk untuk mengetahui apa persoalan yang dirasakan masyarakat,” tukas politisi PKS ini. (ewi/r4/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks