alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Positif Korona di NTB 37 Orang, Ketua DPRD : Perketat Pintu-pintu Masuk!

MATARAM-Jumlah warga positif Korona Covid-19 terus meningkat. Dari data Minggu (12/4) jumlah positif disebut 37 orang. “Jangan anggap remeh covid-19 ini,” kata Ketua DPRD NTB Hj Isvie Rupaeda, Minggu (12/4) lalu.

Menurut Isvie kondisi ini sudah mengkhawatirkan. Karenanya NTB harus mengambil pelajaran dari negara-negara yang lebih dahulu kena wabah. Keteledoran hingga menganggap remeh virus, biang keladi tingginya kasus positif hingga kematian di sana.

Patuh pada protokol menghindari wabah korona cara terbaik menghindari penyebaran virus. “Mulai dari keluar rumah sampai masuk lagi,” imbuhnya.

Politisi Golkar itu, mendorong kesadaran masyarakat memperketat social distancing dan phsyical distancing mulai diri sendiri dan keluarga. “Sosialisasikan pentingnya ini minimal pada keluarga kita dan lingkungan,” ujarnya.

Isvie kembali mengingatkan Pemprov NTB memperketat lagi pintu-pintu masuk. “Bandara, pelabuhan, dan terminal,” ulasnya.

Mereka yang datang dari luar daerah terutama zona merah harus patuh mengkarantina diri. “Mewakili masyarakat dapil tiga, kenaikan yang semakin tinggi ini sangat menghawatirkan sekali,” sesalnya.

Segencar apapun sosialisasi dan pencegahan dilakukan,  bila pemerintah abai pada pintu masuk, maka semua bisa berakhir sia-sia. “Bukankah rata-rata yang positif datang dari luar?” ujarnya.

Masyarakat dihimbau patuh dengan cara menghindari Korona. Salah satunya keharusan berdiam diri di rumah. “Tetaplah di rumah, kalau tidak penting sekali jangan sampai keluar,” tandasnya.

Ketua Fraksi PAN DPRD NTB H Hasbullah Muis pun menyoroti lemahnya pengawasan pintu masuk. “Sebagai contoh ada tetangga saya kerja di kapal pesiar, dia dengan mudah dijemput oleh keluarga dan pulang ke rumahnya,” sesalnya.

Seharusnya ada yang melakukan pengawasan, hingga menyarankan mereka yang datang dari luar daerah melakukan isolasi mandiri. “Padahal kita sepakat bahwa covid-19 ini di bawah oleh manusia itu jelas,” tegasnya.

Terus meningkatnya kasus harus disikapi dengan pengawasan pintu-pintu masuk. Jangan sampai lebih banyak orang yang berpotensi bawa virus dari luar daerah bebas keluar-masuk NTB. SOP penanganan harus diperketat termasuk mengkarantina pendatang dari luar daerah terpapar,” pungkasnya. (zad/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks