alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Evi Diprotes Karena Terlalu Cantik

MATARAM-Evi Apita Maya sukses jadi kontroversi. Perolehan suara sementara yang ia kumpulkan membuat politisi lain terkaget-kaget. Ia mulanya tak terlalu diperhitungkan dalam beberapa prediksi hitung suara malah sukses bertengger di posisi puncak.

Ragam analisa bermunculan di balik suksesnya Evi. Dari kesuksesan menggerakan mesin pemenangan. Sampai ada yang mengait-ngaitkan paras Evi yang rupawan di surat suara.

Bahkan dalam forum rapat pleno KPU NTB, wajah Evi pun sukses jadi perbincangan. “Tidak sesuai dengan wajah aslinya,” protes Sulaiman, Saksi Calon DPD RI nomor urut 27 Prof Farouk Muhammad.

Wajah Evi di surat suara, dinilai lebih cantik daripada aslinya. Alhasil berdampak terhadap pilihan masyarakat. Seharusnya wajah di surat suara yang ditampilkan yang terbaru. Sehingga tidak mengganggu pilihan pemilih.

Dengan kata lain, seandainya Evi menggunakan foto terkini, hasilnya diyakini berbeda. “Bagaimana proses verifikasi calon saat pendaftaran?” tanya ia dengan nada heran.

Evi dinilai telah merekayasa fotonya. Sehingga, memiliki daya tarik dibanding calon DPD RI lainnya. Rekayasa itu pun sukses membuat pemilih akhirnya dalam sekejap mengubah pilihan politiknya.

“Orang seperti terhipnotis karena parasnya,” cetusnya.

Bak terkena pelet dari foto surat suara, sebagian besar pemilih ramai-ramai memberikan suaranya pada Evi. Bagi Sulaiman ini tidak fair. Karena seharusnya yang diadu itu visi-misi. Bukan paras yang terkesan direkayasa.

“Kami akan adukan ini ke DKPP, termasuk memproses ke ranah hukum,” sesalnya.

Pengamat Politik, DR Asrin pun termasuk yang kaget dengan perolehan suara Evi. Dalam catatannya Evi tak hanya menggilas suara para petahana. Tetapi juga bersaing berada di top perolehan suara.

“Saya pikir ini menarik, membuka wawasan mengenai apa itu strategi lebih luas lagi,” kata Direktur INSAN NTB itu.

Terlepas wajah Evi di surat suara akhirnya memantik pro dan kontra di arena rapat pleno, tetapi bagi Asrin penting untuk menggaris bawahi apa yang dilakukan Evi seperti membuka ‘pradaban’ baru dalam kampanye.

“Kita kenal ada kampanye yang menjual visi dan misi, lalu ada kampanye jual ketokohan, belakangan kita lihat jual sosok artis, sekarang jual foto yang dinilai lebih cantik atau tampan, saya rasa ini strategi,” telisiknya.

Tim Evi bisa saja, menggunakan tim khusus merancang foto terbaik. Sehingga dari banyaknya foto calon di surat suara — malah membuat pemilih pusing — hanya desain foto Evi yang terlihat lebih kuat, menarik, atau mencolok.

Psikologi warna bisa dimainkan dan ini banyak dikenal di dunia fotografi.

“Tapi bisa juga itu keberuntungan atau lucky, tidak sengaja memilih foto itu. Tetapi dari sisi metafoto ternyata memenuhi syarat foto yang memiliki pesan kuat pada pemilih,” ujarnya.

Tapi apapun itu, keberhasilan Evi dinilai Asrin telah membuka inspirasi bagi para politisi yang berniat bertarung dalam pemilu. Mereka tidak cukup adu straregi visi dan misi, ketokohan, hingga menggaet artis untuk mengkampanyekan dirinya.

Tetapi, mulai memikirkan memakai foto terbaik yang dipunya. Demi mendongkrak elektabilitas di bilik suara.

“Saya pikir KPU harus segera memikirkan aturan terkait ini, jangan sampai nanti ada yang menaruh foto saat masih anak-anak dan lucu-lucunya, kan tidak lucu,” wanti-wantinya.

Sementara itu, Evi sendiri mengatakan ia tidak pernah merasa menjual paras untuk meraup perolehan suara. “Tapi kalau ada yang memilih karena alasan itu, ya saya syukuri saja. Alhamdulillah,” ujar Evi santai.

Namun, Calon DPD RI nomor 26 ini merasa selama ini dirinya menjual gagasan melaui visi dan misi. Selain itu, memberikan pemahaman politik pada masyarakat tentang pentingnya senator dalam menyambung harapan masarakat.

“Saya gelar diskusi-diskusi warung kopi dan ngobrol pintar tentang politik, supaya mereka bisa memahami gagasan saya,” ulasnya.

Calon DPD RI HL Suhaimi Ismy yang juga petahana, menilai munculnya wajah-wajah baru di senator NTB, tidak lepas dari strategi yang dimiliki para calon. Strategi itu sukses membuat para petahana banyak bertumbangan.

“Harus saya akui, strategi yang mereka gunakan luar biasa dan menandai mereka adalah putra-putri NTB yang terbaik,” puji Suhaimi.

KPU NTB Suhardi Soud menegaskan bahwa foto tersebut tidak menjadi persoalan karena sudah sesuai dengan mekanisme pencalonan.

”Jadi soal foto di masa pencalonan itu diterima dan foto itu diberi yang bersangkutan sesuai dengan mekanisme pencalonan, sehingga apa yang disampaikan sebenarnya tidak ada kaitan dengan jumlah suara oleh calon yang sedang diplenokan,” ujarnya pula.

Ia menambahkan, kalau pun ada yang dituntut soal moneypolitics, pembahasannya bukan dalam rapat pleno.

“Begitu juga dengan soal foto di masa pencalonan karena foto tersebut diberikan yang bersangkutan dan sudah sesuai dengan mekanisme pencalonan,” kata dia lagi.


Komisioner Bawaslu NTB Umar Ahmad Seth mempertanyakan protes yang disampaikan saksi Farouk Muhammad, sebab kalau pun ada dugaan kecurangan atau pun pelanggaran semestinya sedari awal sudah dilaporkan. Namun, nyatanya hingga hari ini tidak ada laporan tersebut diterima Bawaslu NTB.



”Orang yang disebut Evi Apita Maya tidak ada masuk laporan ke kami hingga hari ini. Kalau pun ada ingin melaporkan silakan datang ke Bawaslu NTB karena sudah ada tim gakkumdu yang akan menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan. Tentunya laporan tersebut harus ada pelapor, ada saksi dan bukti dokumen, sehingga itu bisa diproses dengan cepat,” katanya lagi.(zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks