alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Suhaili-Sukiman Jadi Penyeimbang Lawan Narasi Zul-Rohmi Jilid 2

MATARAM-Paket Dr H Zulkieflimansyah-Hj Sitti Rohmi Djalillah atau Zul-Rohmi Jilid 2 kabarnya sudah direstui.

Kabar ini diikuti dengan flyer yang beredar di lini media sosial yang menyosialisasikan Zul-Romi Jilid 2.

Pengamat Politik UIN Mataram Ihsan Hamid membaca langkah, sosialisasi Zul-Rohmi Jilid 2 sebagai psywar sekaligus curi start.

“Ya ini sebagai langkah curi start, sekaligus menunjukkan bahwa hanya paket ini yang paling siap saat ini,” katanya, dihubungi Lombok Post, kemarin (10/5).

Tim Sukses Zul-Rohmi yang kabarnya dikomandoi Syamsul Lutfi, ingin menunjukkan pada publik bahwa hanya merekalah yang paling siap bertarung di Pilgub 2024.

“Ini menguntungkan secara politik dalam membangun opini publik, karena langsung merekam paket ini menjadi yang pertama di pikiran publik,” ujarnya.

Selanjutnya sosialisasi Zul-Rohmi Jilid 2 juga bertujuan untuk menepis keraguan publik dengan opini yang berkembang selama ini, terkait pasang surut pasangan ini.

“Mereka juga ingin menunjukkan dan memang faktanya paling siap, dari sisi infrastuktur, logistik, hingga komitmen politik, dibanding dengan calon lawan,” ujarnya.

Dalam analisa politiknya, kandidat doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, melihat paket Zul-Rohmi sangat diuntungkan dengan sosialisasi cepat deal Zul-Rohmi Jilid 2.

Baca Juga :  Zero Waste Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

“Jika tidak segera dikanalisasi isu politik ini, maka rekaman paket ini di memori politik akan semakin kokoh,” ulasnya.

Sejauh pengamatannya, Ihsan melihat pasangan yang paling berpeluang untuk mengimbangi popularitas Zul-Rohmi adalah Suhaili-Sukiman atau Sukma.

“Kalau melihat narasi politik yang berkembang baik itu tentang polarisasi isu Sasak Bersatu ataupun kekuatan secara geopolitik, saya pikir yang paling memungkinkan untuk mengimbangi ya paket Susu,” ujarnya.

Dalam hematnya, paket ini harus segera disosialisasikan. Terutama oleh tim sukses — bila telah terbentuk — sebagai counter opinion paket Zul-Rohmi Jilid 2.

“Ini sebagai langkah prakondisi awal tahun politik,” tekannya.

Kalaupun, paket Sukma belum terbentuk, maka counter opinion dapat dilakukan dengan cara penjajakan untuk menjodohkan dua tokoh itu.

“Ini dapat memecah isu, agar pembicaraan publik tidak hanya terfokus pada Zul-Rohmi Jilid 2,” ujarnya.

Ketiadaan tokoh penyeimbang yang muncul sampai menjelang Pilkada Serentak 2024, justru hanya akan menguntungkan dalam building opinion tokoh Zul-Rohmi Jilid 2.

Baca Juga :  Seluruh Kader Golkar NTB Diminta Dukung Kepemimpinan Mohan

“Kalau disosialisasikan jelang Pilkada, tentu sudah sangat terlambat. Jadi menurut saya lempar saja dulu siapa tokoh yang potensial, persoalan jadi atau tidak urusan belakangan. Sama seperti Zul-Rohmi sekalipun sudah disosialisasikan jilid 2, belum sepenuhnya final,” ujarnya.

Terpisah Ketua DPW PKS NTB, Yek Agil mengatakan Zulkieflimansyah, sudah final akan diusung kembali di Pilgub 2024.

“Iya sudah final, beliau akan kita usung kembali di Pilgub 2024,” katanya.

Hanya saja dalam rekomendasi DPW PKS NTB nama pendamping belum diputuskan dengan siapa akan dipasangkan.

“Jadi bunyi rekomendasinya tunggal untuk calon Gubernur, sedangkan pasangannya kita serahkan ke beliau dengan siapa merasa nyaman akan berpasangan,” imbuhnya.

Yek Agil juga menampik, rumor Zul akan diminta tarung di Pemilu 2024 untuk memperkuat perolehan kursi PKS di DPR RI.

“Nggak ada. Beliau fokus kita persiapkan di Pilgub. Kalaupun ada aspirasi agar beliau Nyapres itu tetap kita tampung, tetapi kerja mesin partai saat ini adalah memastikan kemenangan beliau untuk periode kedua,” pungkasnya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/