alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Tahapan Pilwali Mataram Dilanjutkan 15 Juni, Potensi Kerawanan Bertambah

MATARAM-Bawaslu Kota Mataram kembali melakukan pemetaan. Terhadap potensi kerawanan untuk Pilwali 2020. ”Kita tambah satu indikator lagi. Terkait kerawanan covid,” kata Ketua Bawaslu Kota Mataram Hasan Basri, kemarin.

Selama ini, Bawaslu mencatat ada empat potensi kerawanan. Dimulai dari netralitas ASN, TNI, Polri, hingga penyelenggara pemilu; politik uang; politisasi SARA; dan daftar pemilih.

Kemudian, di masa pandemi covid-19 sekarang, Bawaslu menambah satu lagi indikator kerawanan pilwali. ”Kita tambah satu variabel lagi. Soal covid,” tuturnya.

Penambahan tersebut penting untuk kerja-kerja Bawaslu. Dalam mengawal pelaksanaan Pilwali 2020 di Kota Mataram. Sebab, ini berkaitan dengan keselamatan. Tidak saja untuk penyelenggara seperti Bawaslu, tapi juga pemilih atau masyarakat.

Hasan lalu memberi contoh. Dalam waktu dekat, sesuai dengan tahapan di PKUP, akan dilakukan verifikasi calon perseorangan. Yang mengharuskan petugas turun ke lapangan. Menemui satu per satu pemilik KTP. Yang menyatakan dukungan terhadap bakal calon perseorangan.

Dalam situasi normal, proses ini tentu mudah dilakukan. Tapi, tidak di masa pandemi sekarang. Dengan potensi penularan virus, apabila terjadi kontak. ”Itu kan ketemu langsung. Petugas harus bisa mengantisipasi,” kata Hasan.

Covid juga bisa merugikan masyarakat. Terutama masyarakat yang pada saat proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dinyatakan positif covid. Mereka batal memilih, akibat petugas tidak berani bertemu.

”Jangan sampai pasien positif, tidak dimasukkan juga. Tidak didata karena petugas takut ketemu,” ujarnya.

Agar pengawasan berjalan lancar, khusus untuk variabel tambahan soal covid, Bawaslu berkoordinasi dengan gugus tugas. Data dari gugus tugas mengenai perkembangan covid di Kota Mataram, dijadikan rujukan.

Hasan mengatakan, dari data tersebut akan dibuat pemetaan. Sekaligus grafis. Mulai dari skala kecamatan hingga kelurahan. ”Contoh, di syarat dukungan ada KTP fulan, yang ternyata positif. Pas kita mau temui dia, tentu standarnya beda, tidak cukup dengan masker. Bisa menggunakan APD,” jelas Hasan.

Begitu juga dengan upaya penindakan. Kata Hasan, setiap dugaan pelanggaran, Bawaslu akan mengundang pihak terkait. Yang tidak bisa dilakukan melalui daring. Tapi, harus dengan tatap muka.

Pertemuan tatap muka, juga harus dilakukan saat ada sengketa pemilu. Yang diajukan bakal calon. Ada sidang pembuktian dengan melihat barang bukti dan keterangan saksi. ”Kalau saksinya positif, misalnya, jelas semua harus pakai standar covid,” sebut Hasan.

Meski pengawasan pilwali tahun ini sedikit ribet, Hasan optimis. Pengawasan tetap bisa dilakukan secara optimal. ”Kita tetap maksimal. Dengan tetap mengutamakan keselamatan penyelenggaran dan masyarakat,” tandas Hasan.

Ketua KPU Kota Mataram Husni Abidin mengatakan, mereka sudah siap menggelar pilwali. Disesuaikan dengan protokol covid, seperti ketentuan yang telah disepakati. ”Pada prinsipnya kita sudah siap,” kata Husni.

Kelanjutan tahapan pilwali akan dimulai pertengahan bulan ini. Tepatnya 15 Juni. Dengan mulai mengaktifkan panitia pemilihan ad hic, seperti panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS).

Husni mengatakan, kerja KPU diawali dengan pelaksanaan verifikasi faktual untuk calon perseorangan. Pada 18 Juni, petugas akan turun ke lapangan. Ke lingkungan, mengecek dukungan terhadap calon perseorangan.

”Itu dilakukan selama 14 hari,” ujarnya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks