alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Jangan Ada Evi Kedua!

MATARAM-KPU NTB menetapkan caleg terpilih hasil pileg 2019, Minggu (11/8) malam. Penetapan ini, sekaligus menutup seluruh rangkaian pemilihan umum di KPU NTB.

Nantinya, nama-nama caleg terpilih akan diserahkan pada pemerintah provinsi NTB. Selanjutnya pada bulan September nanti, 65 caleg terpilih dilantik menjadi anggota DPRD NTB periode 2019-2024.

“Pelantikan oleh pemerintah,” kata Suhardi Soud, ketua KPU NTB.

Bila dicermati, komposisi perolehan kursi partai terlihat berubah. PKB misalnya berhasil menambah satu kursi di pileg 2019 kemarin. Dari pileg 2014 dapat 5 kursi,  di pileg 2019 dapat 6 kursi.

Selain PKB, partai yang perolehan kursinya naik antara lain Gerindra dari 8 kursi menjadi 9 kursi. NasDem dari 3 kursi menjadi 5 kursi. PKS dari 6 kursi menjadi 7 kursi. PPP dari 6 kursi menjadi 7 kursi.

Sedangkan partai yang perolehannya turun: PDIP dari 5 kursi menjadi 4 kursi, Golkar dari 11 kursi menjadi 10 kursi, Hanura dari 5 kursi menjadi 1 kursi, Demokrat dari 8 kursi menjadi 7 kursi, dan PBB dari 3 kursi menjadi 2 kursi.

Sementara PAN menjadi satu-satunya partai dengan perolehan kursi tetap antara pileg 2014 dan pileg 2019 yakni 5 kursi.

Selain itu, dari empat partai baru di Pileg 2019 hanya  Berkarya yang berhasil meloloskan kader sebanyak 2 kursi.

 “Total empat parpol tidak dapat kursi,” ulasnya.

Suhardi mengaku puas dengan capaian KPU sejauh ini. Ia menilai keseluruhan proses pemilu berjalan baik. belum lagi, kemenangan gugatan di MK melengkapi catatan pemilu di NTB dapat diterima dan sah secara hukum.

“Tak hanya cetak hattrick (menang penuh di gugatan pemilu di MK), tapi menang banyak,” ujarnya.

Namun ia mengakui juga banyak catatan dalam pelaksanaan pemilu kali ini. Semuanya menuntut perbaikan. “Ini pemilu yang paling rumit,” akunya.

Salah satu yang ia soroti misalnya gugatan foto DPD RI atas nama Evi Apita Maya. Selama ini foto tak pernah ditanggapi begitu serius. Sampai-sampai dibawa ke sengketa perselisihan hasil. “Foto ini pelajaran buat kita,” ujarnya.

Ia telah menginstruksikan agar anggota KPU lebih teliti pada foto. Mencermati seksama materi yang diserakan. Foto yang dinilai tidak wajar harus dikonfirmasi lagi kebenaran waktu pengambilan dan keasliannya.

“Kita tidak bayangkan, ternyata bisa jadi masalah,” cetusnya.

Sementara itu, para caleg terpilih hanya tinggal menunggu waktu dilantik. Syarat-syarat sebelum dilantik, semua telah dipenuhi dengan baik. Seperti misalnya menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada KPK.

“Yang terakhir itu (menyerahkan) Pak Khairul Rizal,” tuturnya.

Rizal sempat diminta membuat perbaikan, karena menyerahkan LHKPN saat ia masih jadi ketua DPRD di Lombok Timur. hasil dari perbaikan itu pun telah diserahkan. Walaupun masih ada waktu tujuh hari ke depan, sampai batas waktu terakhir penyerahan.

Ketua Bawaslu NTB Muhammad Kuwailid meminta agar KPU berbenah. Ia juga ikut menyoroti soal foto Evi Apita Maya yang sempat jadi sengketa hingga ke MK.

“Penggunaan foto mesti dicermati,” saran Kuwailid.

KPU diminta bekerja clear and clean. Jangan sampai ada celah hukum lagi bisa dijadikan bahan gugatan. Bila konsekwensi mentutup celah hukum itu, berdampak pada kerja KPU harus lebih keras maka itulah yang mesti dilakukan.

“Sehingga kalau pemilu selesai ya selesai semuanya,” cetusnya.

Namun, ia tetap mengapresiasi. KPU telah bekerja dengan baik. Sehingga pemilu 2019 berjalan sesuai harapan. “Ya sukses dengan catatan,” tutupnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks