alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pathul-Nursiah Buat Peta Politik Lombok Tengah Berubah

MATARAM-Peta politik di Lombok Tengah (Loteng) berubah. Penyebabnya mundurnya figur-figur Yayasan Attohiriyah Al Fadiliyah (Yatofa), dan tampilnya Sekda Loteng HM Nursiah.

Pada Kamis (11/6) Malam, Pathul-Nursiah menemui pimpinan Yatofa TGH Padli Fadil Tohir. Kakak dari Bupati Loteng itu yang memperkenalkan nama paket. “Maiq Meres,” katanya usai pertemuan, lalu berfoto bersama.

Sejumlah tokoh hadir di pertemuan itu. Diantaranya Ketua DPD Partai Golkar Loteng H Humaidi, putra bupati Loteng Ferdian Elmansyah. Hadir pula Ketua Dewan Tanfiziah PCNU Loteng TGH Maarif Dirangsa dan beberapa tokoh lain.

Pertemuan itu disebut sebagai momen meminta restu Pathul-Nursiah ke Yatofa. Selanjutnya paket ini akan diusulkan agar memperoleh SK rekomendasi partai dari Gerindra dan Golkar.

Barulah setelah dua partai klir menerbitkan SK, pasangan ini bisa didaftarkan ke KPU. Sementara itu, Nursiah masih segan mendeklarasikan diri karena masih bersatus ASN. “Pada akhirnya nanti kami sampaikan,” katanya.

Menyikapi perubahan dan dinamika politik di Loteng, salah satu partai papan tengah yakni PKB mulai atur stategi pertarungan. PKB diketahui sampai dengan kemarin belum menentukan arah dukungan politik di Loteng.

Sekalipun demikian partai besutan Muhaimin Iskandar itu berpotensi mengusung calon dengan membangun koalisi bersama partai lain. Tetapi sebelum itu PKB akan membaca dampak dari perubahan peta politik. “Kami akan melakukan survei internal,” kata Ketua DPW PKB NTB HL Hadrian Irfani.

Hasil survei dibutuhkan PKB guna menentukan arah dukungan politik secara objektif. “Dari para calon kami juga dapat hasil survei tapi kami ingin hasil yang independen sehingga bisa melihat peta politik Pilkada di Loteng,” terangnya.

Ari mengatakan survei internal ini hanya dilakukan di Loteng. Tidak dengan kabupaten/kota lain yang surveinya cukup dengan yang disetor para pasangan calon. “Karena Loteng ini berbeda, persaingan figur antarcalon sangat ketat, kami butuh hasil yang benar-benar ril di lapangan,” tegasnya.

Hasil survei itu pula yang akan menentukan sikap politik PKB.  Bergabung dalam gerbong koalisi yang dirancang Gerindra-Golkar yang memunculkan pasangan Pathul-Nursiah atau ke pasangan lain.

Terkait peluang ke gerbong lain, Ari mengatakan kesempatan itu terbuka. Salah satu yang paling berpotensi yakni pasangan Masrun-HL Aksar Ansori. “PKB memang inginnya mengusung kader di Loteng,” terangnya.

Sementara, kata Ari sebenarnya Aksar adalah kader PKB. “Pak Aksar itu kader PKB punya KTA,” terangnya.

Selain itu kedekatan PKB dengan Aksar sama-sama ada di NU. Seperti diketahui PKB merupakan partai yang lahir dari rahim NU. “Sedangkan pak Aksar itu Sekretaris Wilayah NU NTB jadi punya kedekatan dengan orang-orang NU di NTB termasuk Loteng,” terangnya.

Dua hal itu membut hubungan Aksar dan PKB lebih dekat dibanding calon lain. Serta berpeluang besar diusung PKB di Pikada Loteng.

Sekalipun memang sampai saat ini Ari menegaskan dukungan PKB belum final. Masih harus membaca peta politik dan arah dukungan partai lain. “Kita juga perlu melihat arah dukungan partai lain karena tidak ada satu partaipun yang bisa usung calon sendiri di Loteng,” ungkapnya.

Karenannya, survei internal itu sangat dibutuhkan. Hasil objektif untuk kekuatan para pasangan calon menentukan pula ke mana kecondongan partai bergabung dan membangun koalisi. “Ya sekitar dua minggu lagi kami sampaikan hasilnya,” janjinya. (zad/r2)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks