alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Pilkada di Saat Korona, KPU Mataram Minta Tambahan Rp 7 Miliar

MATARAM-Ketua KPU Kota Mataram Husni Abidin mengusulkan tambahan anggaran Rp 7 miliar untuk tambahan biaya pelaksanaan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19. “Sekitar Rp 3 miliar kita akan penuhi dari hasil rasionalisasi dana Pilkada yang kita terima Rp 25 miliar,” katanya, Jumat (12/6) lalau.

Sedangkan sisanya diusulkan dipenuhi dari APBN. Biaya ini selanjutnya diharapkan dapat memenuhi berbagai keperluan tahapan. Hingga pelaksanaan Pilkada pada Desember nanti. “Salah satunya membeli keperluan APD sampai tahapan di gelar nanti,” terangnya.

Sedangkan, KPU Kabupaten Lombok Utara (KLU) usulkan tambahan Rp 2,9 miliar. “Itu kita usulkan langusung ke pusat,” kata Ketua KPU KLU Juraidin.

Sama seperti Kota Mataram anggaran itu diharapkan dapat memenuhi berbagai keperluan untuk menerapkan protokol ketat Pandemi Covid-19. Selain itu memenuhi potensi tambahan TPS karena pengurangan jumlah pemilih di setiap TPS. “Selain itu tentu honor para petugas KPPS,” terangnya.

Usulan itu kemudian diserahkan ke KPU Pusat melalui KPU NTB. Saat ini masih menunggu proses tindaklanjut dari usulan. Nantinya usulan akan dibahas oleh pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan DPR RI.

Usulan ini untuk memenuhi instruksi KPU RI mengestimasi besarnya biaya kebutuhan pilkada serentak 2020 di tengah pandemi. Walau demikian besarnya usulan belum tentu langsung dipenuhi pemerintah pusat.

Pemerintah pusat akan melakukan kajian kembali pada usulan tambahan anggaran oleh KPU kabupaten/kota se Indonesia. “Semoga angkanya tidak jauh berbeda dengan kami usulkan,” harapnya.

Situasi tahapan pilkada berbeda dan baru pertama menggelar pemilu di tengah pandemi harus membuat KPU kabupaten/kota merancang anggaran yang efektif dan efisien. Kwalitas pemilihan sangat ditentukan kesiapan penyelenggara dari sisi anggaran.

Lebih lanjut dikuranginya jumlah pemilih perTPS dari 800 pemilih menjadi 500 pemilih berakibat bertambanya jumlah TPS di KLU. Tadinya sebelum pandemi TPS di KLU sebanyak

500 titik.

Tetapi kini ada penambahan sebanyak 83 TPS di seluruh kabupaten Lombok Utara. Penambahan jumlah TPS tidak hanya menambah kebutuhan logistik. Tetapi berkonsekuensi penambahan honorarium petugas KPPS. “Sudah termasuk yang kita usulkan di penambahan anggaran,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks