alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Lale Prayatni atau Pathul Bahri, Siapa Didukung Gerindra?

MATARAM-Ketua Desk Pilkada DPD Partai Gerindra NTB Ali Utsman Ahim mengapresiasi gigihnya Lale Prayatni merebut SK Gerindra dari HL Pathul Bahri. “Selama punya ikhtiar baik dan semangat berjuang lewat peradaban politik,” katanya, Senin (13/7).

Hanya saja, DPD Gerindra NTB tetap pada komitmennya mengusung Wakil Bupati itu di Lombok Tengah HL Pathul Bahri. “Tapi jelaslah sikap partai Gerindra, saya sebagai Sekjen partai di provinsi dan Ketua Desk Pilkada sudah mengeluarkan surat tugas tunggal,” terangnya.

Surat Tugas itu diberikan pada Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Pathul Bahri-H Nursiah. Sampai saat ini komitmen itu masih kokoh.

Belum ada kompromi politik di luar itu. Bahkan DPP sudah mengetahui Surat Tugas hanya diberikan pada Pathul-Nursiah.

Namun dinamika politik diakui masih sangat tinggi. Berbagai kemungkinan masih bisa terjadi, selama Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan calon. Ali tak menampik perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu. “Jika ada perubahan-perubahan itu urusan langit,” katanya.

Ali tak menjelaskan apa yang dimaksudnya sebagai urusan langit. Tetapi ungkapan ini seperti warning, Lale butuh keajaiban merebut SK Gerindra.

Mesin partai sudah mulai bergerak dan panas. Kader, pengurus, sampai anggota dewan Gerindra sudah sangat militan sosialisaikan Bapaslon Pathul-Nursiah.

Jika terjadi perubahan, Gerindra harus memulai lagi dari awal dan itu bisa membuat efektivitas kerja partai turun.

Bahkan Ali pun menjamin sikap pengurus di DPP, sudah sejalan dengan DPD. “Jelas kalau DPP ke Pathul-Nursiah,” tegasnya.

Ada banyak pertimbangan, mengapa Pathul paling berhak terima SK Gerindra. Diantaranya posisi Pathul sebagai petahana. Sudah pasti mengantongi popularitas dan elektabilitas.

Tetapi yang lebih penting, Pathul merupakan pimpinan partai di Loteng. “Kita kan begini, pak Pathul ini ketua DPC. Apa kata orang kalau dia tidak dapat rekom (SK, Red) atas partai yang diperjuangkannya?,” ulasnya.

Ditegaskan Ali, Gerindra lebih dari sekadar memburu kekuasaan. Tetapi sangat menjujung tinggi etika politik. “Kan ini tradisi yang harus kita junjung tinggi dalam ruang-ruang perjuangan politik yang lebih beradab,” pungkasnya.

Pertarungan Lale memburu SK Gerindra sampai ke DPP Partai Gerindra. Info yang diserap Lombok Post akhir pekan kemarin, Lale ditemani Sekda NTB HL Gita Aryadi yang juga suaminya, menemui Hashim Djojohadikusumo.

Hashim merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus adik dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Campur tangan Gita, semakin terlihat dari foto yang memperlihatkannya ikut hadir dalam pertemuan itu.

Lantas bagaimana posisi Pathul dengan agresifnya Lale merebut Gerindra? “Posisi Pathul sebagai incumbent sebenarnya bisa menjadi lirikan banyak parpol,” kata pengamat politik dari UIN Mataram Dr Kadri.

Secara tidak langsung itu memperkuat daya tawar dan posisi Pathul terhadap partainya. Gerindra tentu tidak mau kehilangan aset terbesar dengan memberikan SK ke figur lain.

Tetapi tidak ada yang bisa menerka, jurus apa yang digunakan Gita meluluhkan Prabowo. Pada posisi seperti ini Pathul bisa saja terancam.

Apalagi dalam beberapa, Pathul gagal mengunci angka elektabilitas aman. Padahal posisinya sebagai petahana.

Bilapun Pathul nantinya terjungkal dari perebutan SK Gerindra, partai lain tidak hanya melihat Pathul sebagai potensi. Tetapi kesempatan meraup keuntungan materil. “Cuma masalahnya parpol biasanya memperioritaskan mahar politik,” katanya.

Pada posisi seperti ini, Pathul sulit ‘menjual’ tinggi posisinya sebagai petahana ke partai lain. “Dengan kata lain Pathul akan mendapatkan parpol pengusung bila dia memiliki uang mahar yang banyak,” ulasnya.

Banyak partai membangun narasi sebagai partai bersih dan tidak ada mahar politik. “Tetapi sejauh yang saya amati memang (partai) pragmatis,” cetusnya.

Terhempasnya banyak figur potensial internal partai dari persaingan politik partainya sendiri bukti partai masih pragmatis. Padahal lawan bersaing figur luar. “Bilapun mereka (partai, Red) mengusung kader sendiri bukan berarti tanpa mahar,” ulasnya.

Pada situasi politik seperti saat ini, mencari partai gratis hampir mustahil. Partai politik membutuhkan asupan energi untuk memperkuat diri dalam menghadapi berbagai agenda politik. “Apalagi saat susah cari uang segar di masa pandemi seperti saat ini,” pungkasnya. (zad/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks