alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Muchdi vs Tommy, Anggota Dewan Berkarya di NTB Pilih Tiarap

MATARAM–Penertiban Partai Beringin Karya (Berkarya) kubu Muhdi Pr berlanjut ke babak baru. Setelah semua DPD kabupaten/kota dan DPW provinsi di tunjuk Pelaksana Tugas (Plt) giliran anggota dewan asal Berkarya ditertibkan.

Kubu Muchdi Pr akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pembekalan Anggota DPRD Berkarya. Lokasi di salah satu hotel di Surabaya mulai hari ini Kamis-Minggu, 14-16 Agustus.

Anggota DPRD asal Berkarya diwajibkan hadir. Jika tidak mereka akan dipecat atau Pergantian Antar Waktu (PAW). “Jangan dulu (komentar),” kata salah seorang anggota dewan dari partai Berkarya di NTB yang enggan disebut namanya.

Hal yang sama disampaikan anggota dewan lain dari partai Berkarya yang dihubungi Lombok Post. Rata-rata enggan memberi tanggapan di situasi pelik ini. “Maju kena, mundur kena, di tengah-tengah tenggelam,” celetuknya.

Di satu sisi mereka ingin tetap loyal pada H Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Tapi di sisi lain pemerintah telah memberi pengakuan ke kubu Muchdi Pr.

Seperti ungkapan memakan buah simalakama. Loyalitas bagi mereka sangat penting tetapi bila berakhir tak sesuai harapan karir pula taruhannya.

Sementara itu, H Darmawan, ketua DPW Partai Berkarya kubu Tommy lebih garang mengancam 12 Anggota DPRD dari partai Berkarya di NTB. “Makanya besok datang ke Granadi Jakarta, dari Medan, Jambi, semua (sudah mengonfirmasi) datang. Kok ini kecut sekali anggota-anggota DPR asal Lombok ini,” kesalnya.

Di Jakarta, Tommy akan mengumpulkan anggota-anggota DPRD se Indonesia yang loyal. “Pak Ketum akan memberikan pemaparan dan arahan bagi DPRD seluruh Indonesia,” terangnya.

Jika sampai ada yang tidak datang tanpa alasan kuat, terancam kena sanksi tegas. “Kalau Pak Tommy sampai lihat ada foto kalian (anggota DPRD di NTB asal Berkarya) foto sama Muchdi, saya tidak bertanggung jawab kalau kalian di PAW,” ancamnya.

Darmawan heran mengapa para anggota dewan ketakutan mendengar ancaman Muchdi Pr. Ancaman PAW kubu Muchdi dinilai omong kosong. “DPRD kan ada Undang-Undang MD3, tidak bisa semau-maunya dipecat,” cetusnya.

Dalam pemahaman Darmawan, anggota dewan tidak bisa di PAW dengan alasan di luar ketentuan UU MD3. “Ini mereka nggak pernah baca UU,” sesalnya.

Menurutnya anggota dewan yang bisa di PAW hanya yang telah meninggal dunia dan melakukan kesalahan pidana korupsi. “Atau mencuri suara teman separtainya,” terangnya.

Selebihnya tidak bisa dipecat apalagi pada kasus ada pihak yang tengah berusaha mengklaim Berkarya. Padahal kepengurusan Tommy saat ini masih menempuh proses hukum demi mendapat pengakuan pemerintah. “Partai Beringin Karya (versi Muchdi) itu mencatut nama pak Tommy dan 22 DPW, itu tandatangannya dipalsukan dan itu bisa di pidana,” klaimnya.

Proses hukum secara pidana dan perdata saat ini sedang ditempuh. Baik laporan kepolisian untuk dugaan pemalsuan dokumen dan SK yang diterbitkan Kemenkumham. “Kami juga sudah bersurat ke KPU Pusat dan menyampaikan keberatan terkait klaim Muchdi,” pungkasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks