alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Muchdi vs Tommy, Anggota Dewan Berkarya di NTB Pilih Tiarap

MATARAM–Penertiban Partai Beringin Karya (Berkarya) kubu Muhdi Pr berlanjut ke babak baru. Setelah semua DPD kabupaten/kota dan DPW provinsi di tunjuk Pelaksana Tugas (Plt) giliran anggota dewan asal Berkarya ditertibkan.

Kubu Muchdi Pr akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pembekalan Anggota DPRD Berkarya. Lokasi di salah satu hotel di Surabaya mulai hari ini Kamis-Minggu, 14-16 Agustus.

Anggota DPRD asal Berkarya diwajibkan hadir. Jika tidak mereka akan dipecat atau Pergantian Antar Waktu (PAW). “Jangan dulu (komentar),” kata salah seorang anggota dewan dari partai Berkarya di NTB yang enggan disebut namanya.

Hal yang sama disampaikan anggota dewan lain dari partai Berkarya yang dihubungi Lombok Post. Rata-rata enggan memberi tanggapan di situasi pelik ini. “Maju kena, mundur kena, di tengah-tengah tenggelam,” celetuknya.

Di satu sisi mereka ingin tetap loyal pada H Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Tapi di sisi lain pemerintah telah memberi pengakuan ke kubu Muchdi Pr.

Baca Juga :  PPP Sodorkan H Muzihir Sebagai Calon Gubernur NTB

Seperti ungkapan memakan buah simalakama. Loyalitas bagi mereka sangat penting tetapi bila berakhir tak sesuai harapan karir pula taruhannya.

Sementara itu, H Darmawan, ketua DPW Partai Berkarya kubu Tommy lebih garang mengancam 12 Anggota DPRD dari partai Berkarya di NTB. “Makanya besok datang ke Granadi Jakarta, dari Medan, Jambi, semua (sudah mengonfirmasi) datang. Kok ini kecut sekali anggota-anggota DPR asal Lombok ini,” kesalnya.

Di Jakarta, Tommy akan mengumpulkan anggota-anggota DPRD se Indonesia yang loyal. “Pak Ketum akan memberikan pemaparan dan arahan bagi DPRD seluruh Indonesia,” terangnya.

Jika sampai ada yang tidak datang tanpa alasan kuat, terancam kena sanksi tegas. “Kalau Pak Tommy sampai lihat ada foto kalian (anggota DPRD di NTB asal Berkarya) foto sama Muchdi, saya tidak bertanggung jawab kalau kalian di PAW,” ancamnya.

Darmawan heran mengapa para anggota dewan ketakutan mendengar ancaman Muchdi Pr. Ancaman PAW kubu Muchdi dinilai omong kosong. “DPRD kan ada Undang-Undang MD3, tidak bisa semau-maunya dipecat,” cetusnya.

Baca Juga :  Karya Anak NTB Dipakai Kemendikbud

Dalam pemahaman Darmawan, anggota dewan tidak bisa di PAW dengan alasan di luar ketentuan UU MD3. “Ini mereka nggak pernah baca UU,” sesalnya.

Menurutnya anggota dewan yang bisa di PAW hanya yang telah meninggal dunia dan melakukan kesalahan pidana korupsi. “Atau mencuri suara teman separtainya,” terangnya.

Selebihnya tidak bisa dipecat apalagi pada kasus ada pihak yang tengah berusaha mengklaim Berkarya. Padahal kepengurusan Tommy saat ini masih menempuh proses hukum demi mendapat pengakuan pemerintah. “Partai Beringin Karya (versi Muchdi) itu mencatut nama pak Tommy dan 22 DPW, itu tandatangannya dipalsukan dan itu bisa di pidana,” klaimnya.

Proses hukum secara pidana dan perdata saat ini sedang ditempuh. Baik laporan kepolisian untuk dugaan pemalsuan dokumen dan SK yang diterbitkan Kemenkumham. “Kami juga sudah bersurat ke KPU Pusat dan menyampaikan keberatan terkait klaim Muchdi,” pungkasnya. (zad/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/