alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pilbup Loteng, Dukungan Saswadi-Dahrun Hampir Rampung

MATARAM-HL Saswadi-H Dahrun sudah mengunggah syarat dukungan 96 persen di aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon). “Progres paling tinggi itu Bapaslon Saswadi-Dahrun,” kata Plt Ketua KPU Lombok Tengah (Loteng) Zaeroni.

Di atas kertas, tim Sas-Dahrun hanya perlu menginput 2.095 dukungan lagi. Syarat minimal di Loteng untuk calon independen 57.037 dukungan.

Sementara waktu yang tersisa hingga masa penyerahan berkas dukungan sekitar 6 hari lagi. “Tanggal 19 Februari penyerahan awal,” imbuhnya.

Tim masing-masing Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) harus menuntaskan input data di silon sebelum tanggal 19 Februari. Sehingga KPU bisa menyandingkan data soft melalui aplikasi silon dan hard berupa berkas dukungan. “Kalau tidak bisa memenuhi, ya tidak memenuhi syarat,” tegasnya.

Tenggat waktu penyerahan berkas dukungan dari tanggal 19-23 Februari. “Kami sarankan diserahkan lebih awal, sehingga kalau ada kurang setelah dihitung, bisa kita kembalikan ke dia (Bapaslon untuk diperbaiki)” ulasnya.

Dokumen hard dukungan warga akan jadi berkas B.1-KWK. “Dan itu akan kita hitung, harus sesuai dengan di silon dan orangnya (yang memberi dukungan)” ujarnya.

Sementara itu, HL Saswadi semakin optimis lolos sebagai calon independen di Loteng. “Berkat dukungan semua pihak, Insya Allah,” katanya.

Mematangkan persiapan diri bertarung di Loteng Sas telah grilya cari dukungan. “Tokoh, ormas baik itu NW, NU, Muhammadiyah, semua kita dekati,” ujarnya.

Bahkan Sas mengklaim dapat dukungan dari para politisi. “Ada orang-orang partai yang bergabung dengan kami, hanya memang tidak menampakkan diri,” imbuhnya.

Sekalipun calon independen dan partai berbeda fatsun, namun Sas melihat orang-orang partai tak ragu ikut bergabung di gerbongnya. “Bukan tidak mungkin nanti ada partai beri dukungan pada kami,” optimisnya.

Progres input data silon oleh timnya, sedikit lagi lampaui syarat minimal. “Untuk menghindar ada yang tidak sesuai atau tidak lengkap, kami juga telah menyiapkan berkas dukungan lain,” pungkasnya. (zad/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks