alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Menanti Pertarungan Najmul VS Djohan Jilid II

TANJUNG-Lombok Utara menjadi salah satu daerah di NTB yang akan menggelar pilkada 2020 mendatang. Selain Bupati H Najmul Akhyar, mantan bupati 2010/2015 H Djohan Sjamsu disebut sebut juga berpeluang maju.

Jika skema itu berjalan, artinya pertarungan sengit 2015 lalu bakal kembali terulang. Kala itu, Djohan yang masih berstatus bupati, dikalahkan Najmul yang tak lain wakilnya sendiri.

Terkait itu, Najmul tampak masih malu-malu berkomentar. Menjawab diplomatis, dia mengatakan belum memikirkan pilkada selanjutnya. Kini, fokusnya masih pada menjalankan amanah yang sudah diberikan masyarakat Lombok Utara. ”Saya menjalankan amanah besar yang sudah ada sekarang. Kalau amanah yang belum saya pegang, saya serahkan kepada Allah,” ujarnya, kemarin.

Meskipun begitu, Najmul mengisyaratkan siap maju. Syaratnya, memang masyarakat Lombok Utara menghendaki. ”Jika memang itu jadi pengabdian terbaik kita jalani. Intinya saya serahkan semuanya kepada Allah. Mudah-mudahan (maju lagi,Red), tapi saya belum tahu,” tandasnya.

Setali tiga uang, Djohan juga berkilah dirinya belum fokus untuk maju dalam pilkada mendatang. Saat ini dirinya sedang fokus untuk membesarkan PKB di Lombok Utara, menatap pileg yang sebentar lagi memasuki hari pencoblosan. ”Saya ingin PKB berhasil dulu baru pikirkan pilkada,” ujarnya tak menutup kemungkinan.

Djohan menegaskan belum ada keputusan final apakah dirinya akan turun gelanggang atau tidak. Karena tugas pokoknya saat ini adalah menjadikan PKB partai pemenang pemilu di Lombok Utara. ”Kalau PKB menang baru kita berpikir ke arah sana,” imbuhnya.

Diluar itu, Djohan membeberkan banyak pihak yang sudah memberi dorongan kepadanya agar maju kembali. Khusus pileg, PKB menargetkan lima kursi. Artinya, ada peluang mendapat jatah unsur pimpinan, bahkan ketua dewan. ”Fokus pileg dulu. Karena ini modal dasar kita,” pungkasnya.

Perseteruan politik Najmul dan Djohan tak sebatas Pilkada Lombok Utara. Mereka yang pernah mesra sebagai dwi tunggal kepala daerah juga sempat bersaing memperebutkan kursi ketua Demokrat. Hasilnya, Najmul mampu mendepak Djohan yang sebelumnya menjabat ketua petahana. Tak lama Djohan pindah haluan memimpin PKB, membawa sebagian gerbong Demokrat. dalam kesempatan berbeda, keduanya juga punya jagoan masingmasing kala pilgub NTB terdahulu. (puj/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks