alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

DPR Sepakat, Pilkada Serentak Digelar 9 Desember

MATARAM- Pilkada Serentak tetap digelar tahun ini. “Hasil RDP disepakati tanggal 9 Desember 2020,” Kata Anggota KPU NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas, dan SDM Agus Hilman, Kemarin (14/4).

Sebelumnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPR RI, Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP telah menyetujui menunda Pilkada Serentak 2020. Sedianya Pilkada Serentak digelar pada 23 September 2020.

Kesepakatan ditindaklanjuti oleh KPU dengan usulan tiga opsi. Tanggal 9 Desember 2020, 17 Maret 2021, atau 29 September 2021.

Naskah RDP terkait penundaan beredar berantai. “(Tidak ditandatangani) karena belum tanda tangan saja tetapi sudah sepakat,” terang Hilman.

Kesepakatan Pilkada digelar 9 Desember, berikutnya didorong sebagai materi dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Apakah ada peluang berubah lagi waktunya? “Ya bisa saja kalau situasi sangat genting sehingga tidak mungkin dilaksanakan pada tanggal itu, nanti RDP lagi,” ujarnya.

Namun sementara ini, setelah berbagai aspek dikaji Pilkada diyakini dapat dilaksanakan pada 9 September 2020. Keputusan tanggal itu diikuti pula dengan berbagai opsi teknis pemilihan bila pandemi masih ada. “Salah satunya mengkaji obsi memilih melalui sarana POS,” tuturnya.

Teknis ini mirip seperti yang dilakukan pemilih luar negeri. “Untuk menghindari kerumuman warga, tetapi opsi ini masih belum final,” tegasnya.

Hilman juga perlu menggaris bawahi bahwa Pilkada Serentak saat ini masih mengacu pada Undang-Undang no 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Tanggal pencoblosan tetap pada bulan September 2020. “Kan perppu belum terbit,” ujarnya.

Kesepakatan Pemerintah bersama Penyelenggara Pemilu tidak bisa jadi dasar hukum tunda Pilkada. “Itu baru kesepakatan dalam RDP,” terangnya.

Pilkada Serentak 2020 saat ini masih berstatus digelar bulan September 2020. “Oleh KPU diputuskan digelar tanggal 23,” jelasnya.

Pemerintah bisa saja urung menerbitkan Perppu. Lalu melaksanakan Pilkada Serentak pada bulan September 2020 dengan catatan pemerintah berhasil tangani Korona.

Pelaksanaan tidak akan ada masalah, termasuk dari sisi anggaran mengingat dana hibah belum ditarik pemerintah daerah. “Dana hibah kan belum ditarik karena tunggu Perppu juga,” ulasnya.

Ketua DPD Gerindra NTB H Ridwan Hidayat optimis pemerintah akan menetapkan dalam Perppu, Pilkada dilaksanakan 9 Desember 2020. “Kalau melihat analisa puncak korona ini bulan Mei, saya rasa akan dilaksanakan 9 Desember,” katanya.

Karena itu, di sela kesibukan tangani wabah Korona, Gerindra tetap melaksanakan agenda-agenda politik seperti biasanya. “Tetap berjalan koordinasi tetapi tentu menyesuaikan situasi dan kondisi,” pungkasnya. (zad/r2)

  

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks