alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Terpental, Mahalli: Tidak Masalah!

MATARAM-Partai Demokrat NTB gagal mengulang perolehan kursi pada pemilu 2014 lalu. Saat itu, partai berlambang bintang mercy ini, berhasil meraih delapan kursi. Tapi, pemilu 2019 kali ini, Demokrat harus rela kehilangan satu kursi.

Dari hasil pleno KPU NTB kemarin, terlihat Demokrat gagal mendapat kursi di Dapil I Kota Mataram dan Dapil III Lombok Timur Selatan. Demokrat nyaris saja cuma dapat enam kursi, jika dapil IV Dompu, Bima, dan Kota Bima, tidak menyumbang dua kursi bagi partai besutan presiden Presiden ke 6 RI Soesilo Bambang Yudhoyono.

Ketua DPD Demokrat NTB TGH Mahalli Fikri, tak mempersoalkan rontoknya satu kursi bagi Demokrat. “Tujuh kursi, memang kenapa? nggak masalah,” kata Mahalli dingin.

Menurutnya, capaian itu sudah terbaik. Sekalipun jumlahnya berkurang dibanding tahun 2014. Mahalli pun tidak melihat rontoknya perolehan kursi Demokrat di DPRD NTB, ada kaitanya dengan pindah gerbongnya, beberapa pentolan Demokrat.

Sebut saja, TGB HM Zainul Majdi dan Hj Sitti Rohmi Djalilah wakil Gubernur NTB sekaligus kakak kandung TGB.

“Partai yang lain juga turun kok, Golkar turun (dari 11 kursi menjadi 10 kursi),” cetusnya.

Dengan kata lain, pindah gerbongnya beberapa tokoh yang pernah membesarkan Demokrat di NTB tidak berpengaruh pada perolehan partai. Semua kembali pada ketokohan caleg dan kemampuan mereka dalam mengkampanyekan diri sendiri.

“Persaingan juga ketat,” tandasnya.

Agus, Pengamat Politik dari UIN Mataram memiliki analisa berbeda dengan Mahalli. Agus melihat, rontoknya perolehan Demokrat tidak lepas dari pindah gerbongnya beberapa tokoh politik di partai bintang mercy itu.

“Betul, harus kita akui pemilih kita lebih cendrung pada figur daripada partai,” kata Agus.

Konsekwensinya saat ada figur sentral dalam sebuah partai pindah gerbong, pasti berdampak bula pada rperolehan partai tersebut. Bahkan cederung diikuti pula dengan berpindahnya pemilih. Mengikuti arah politik figur.

“Ini konsekwensi yang wajar, karena kita menganut sistem pemilu proporsional,” ulasnya.

Namun, mengapa TGB tidak berhasil membawa perubahan ke Golkar? 

Bagi Agus kasus ini berbeda. Munculnya dua kutub dalam pilpres telah menambah eskalasi ketegangan politik diantara pemilih. Ia melihat seandainya TGB berpindah gerbong ke partai yang mendukung paslon 02, hasilnya akan berbeda dengan yang terjadi pada Golkar.

“Harus diakui banyak pemilih yang kecewa dengan keputusan TGB di partai dan mendukung Jokowi, sementara di sini lumbung 02,” ulasnya.

Kekecewaan itu, membuat pemilih yang selama ini mengikuti TGB terpecah. Ada yang setia mengikuti, ada yang kecewa lalu memilih posisi politik berbeda dengan TGB, ada pula yang akhirnya menentukan sendiri pilihan politiknya, sekehendak hati mereka.

“Karakter pemilih kita sangat loyal terhadap isu agama,” ujarnya.

Hal ini membuat banyak pendukung TGB sampai di persimpangan. Termasuk yang selama ini setia, mengikuti TGB saat masih ada di Demokrat. Polarisasi agama dinilainya sangat tinggi di NTB. “Sehingga cukup mewarnai perilaku memilih warga di sini,” tandasnya. (zad/r2)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks