alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Musda Golkar NTB 21 Juli, Calon Ketua Semakin Intens Lobi Kursi

MATARAM-Panitia Musda DPD Partai Golkar Provinsi NTB akhirnya menetapkan tanggal pelaksanan Musda. “Jadwal kita dari tanggal 21 sampai 23 Juli,” kata Ketua Panitia Hj Baiq Isvie Rupaeda, Selasa (14/7).

Tersisa seminggu lagi bagi para kandidat calon ketua melancarkan lobi-lobi politik. Waktu ini relatif pendek bagi para kandidat. Sehingga mereka harus memaksimalkan seluruh kemampuan politiknya untuk merebut panggung Musda.

Sejauh ini dua kandidat yang berpeluang masih untuk HM Suhaili dan penantang H Ahyar Abduh. Dari informasi yang diserap Lombok Post masing-masing belum ada yang mau mengalah.

Semua masih percaya diri dan menganggap diri pantas menakhodai Golkar NTB. “Pembukaanya tanggal 22 Juli,” terang Isvie.

Ketua DPRD NTB itu enggan membahas persaingan kandidat berebut kursi ketua. Semua kader yang memenuhi syarat administratif dinilai punya peluang sama menakhodai Golkar NTB.

Untuk tempat pelaksanaan Musda, belum diputuskan panitia. “Nanti kami undang khusus (untuk konferensi pers),” pungkasnya.

Pengamat politik UIN Mataram Ihsan Hamid melihat peluang kandidat di luar Suhaili dan Ahyar untuk tampil mengecil. Hal ini karena dukungan telah terpolarisasi ke dua tokoh poltisi gaek itu.

Internal Golkar lebih riuh membicarakan keduanya. Lalu melupakan Sari Yuliati yang sebenarnya masih punya kesempatan. “Di atas kertas semua masih punya peluang,” terangnya.

Namun dengung persaingan di balik layar tidak bisa diabaikan. Salah satunya peluang DPP turun tangan menertibkan perbedaan di internal Golkar NTB. “Ingat yang punya partai itu pusat bukan daerah,” tegasnya.

DPP bisa mengambil langkah tegas untuk figur yang dikehendaki menakhodai Golkar NTB. Tetapi sebelum ini para kandidat diberi kesempatan bermusyarah dengan sebaik-baiknya. “Figur yang diinginkan bisa Ahyar, Suhaili, Sari, Isvie, atau bisa kader lain,” ulasnya.

Dalam satu minggu ke depan para kandidat diberi ruang bermufakat. Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto terlihat sangat ingin membangun tradisi yang tidak gaduh dalam pemilihan ketua.

Salah satunya dengan mendorong agar panggung Munas dan Musda tidak lagi ajang voting tetapi aklamasi. “Atau dalam istilah mereka aklamasi itu disamakan dengan musyawarah mufakat,” ulasnya.

Bila ada pihak-pihak yang mencoba melawan dan menggiring ke voting, DPP bisa mengambil langkah menertibkan kader. “Tetapi saya kira secara poin semua masih fifty-fifty,” tegasnya.

Walaupun voting bukan hal mustahil di Golkar. Seperti dalam Munaslub DPD Partai Golkar Kabupaten Tanggamus, Lampung. Tetapi dari perbandingan hampir semua Musda diselesaikan melalui panggung aklamasi. (zad/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks